Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tradisi Bali: Uniknya Tari Baris Bugbug di Pura Dalem Gede Selaungan, Tokoh Cempaga Ungkap Sejarahnya

I Putu Mardika • Selasa, 19 Desember 2023 | 16:50 WIB
BARIS BUGBUG - Tari Baris Bugbug di Pura Dalem Gede Selaungan, Bangli merupakan tarian sakral atau tari wali yang memiliki sejarah tersendiri.
BARIS BUGBUG - Tari Baris Bugbug di Pura Dalem Gede Selaungan, Bangli merupakan tarian sakral atau tari wali yang memiliki sejarah tersendiri.

BALI EXPRESS - Tari Baris Bugbug atau Pugpug yang berasal dari Banjar Pande, Kelurahan Cempaga, Bangli, Bali merupakan tari sakral atau tari wali yang erat kaitannya dengan Pura Dalem Gede Selaungan.

Dalam tradisi Bali, tarian yang diyakini sebagai tari penolak bala ini memiliki sejarah unik yang sempat hilang hingga akhirnya  direkonstruksi.

Tokoh masyarakat Cempaga, I Wayan Nyepeg menjelaskan, keberadaan tari wali Baris Bugbug tidak bisa dilepaskan dengan sejarah Pura Dalem Gede Selaungan, bahwa spirit tari wali Baris Bugbug telah ada sejak lama, jauh sebelum pura ini dibangun.

Tari Wali Baris Bugbug konon sudah ada sejak tahun 1200 Masehi dalam bentuk spirit yang masuk ke dalam petapakan menjadi kerauhan serta menari begitu saja dengan pola yang bebas. Namun gerak tarian terlihat sama.

Kemudian pada tahun 2019 tarian ini selesai direkonstruksi menjadi karya seni berupa Tari Wali Baris Bugbug.

Setiap pujawali di Pura Dalem Gede Selaungan, tarian sakral Baris Bugbug dipentaskan sebagai persembahan kepada Ida Bhatara yang berstana di pura ini.

Tari Baris Bugbug diyakini sebagai pasukan dari Ida Bhatara Dalem yang turun ke dunia. Kesan kewibawaan dan barisan yang rapi mencerminkan sikap kesatria perang yang tangguh.

“Tari Baris Bugbug sebagai media pertemuan antara alam sekala dan niskala, sehingga muncul sebuah energi para dewata di Pura Dalem Gede Selaungan. Tarian ini diyakini mampu membuka nurani umat secara spiritual untuk merasakan energi dewata tersebut,” katanya.

Saat pentas, penari Baris Bugbug yang menghadap ke masing-masing penjuru arah mata angin mengisyaratkan sebagai penjemput dan menyambut kedatangan Para Dewata Nawa Sanga.

Dewata Nawa Sanga yang turun dari swah loka (alam atas) menuju ke alam tengah (bwah loka) atau alam manusia. Secara teologis, hal ini mengandung makna bertemunya Dewa Siwa dan Dewi Durga.

Siwa disimbolkan dengan penari yang berada di tengah dengan pancaran energi menuju arah masing-masing diagonal.

Sedangkan energi Durga disimbolkan dengan penjuru arah mata angin yang disebut dengan energi Panca Durga.

Kekuatan seluruh dewata juga terpancar melalui kelompok besar yang terdiri dari 15 orang penari.

Kekuatan Siwa yang bersinergi dengan kekuatan Durga diturunkan ketika melakukan piodalan di Pura Dalem Gede Selaungan dan disertai juga dengan pancaran kekuatan Ida Bhatara Kabeh.

Ketika mengadakan ritual piodalan di Pura Dalem Selaungan, energi para dewata seluruhnya akan perpusat pada Siwa-Durga sebagai ista dewata yang dipuja di Pura Dalem Gede Selaungan.

“Melalui Dewa Siwa-Durga para dewata ikut memberikan anugerah ketika umat melakukan kegiatan ritual. Jadi upacara (banten) yang dihaturkan bukan kepada Ida Bhatara Dalem saja, tapi kepada seluruh Ida Bhatara atau yang biasa disebut dengan Dewa Samodaya,” paparnya.

Editor : Nyoman Suarna
#bali #Pura Dalem Gede Selaungan #cempaga #Baris Bugbug #tradisi #tari