Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tradisi Unik Naur Kelaci di Desa Kedisan Bali Sarat Makna: Ini Urutan Pelaksanaannya

I Putu Mardika • Jumat, 29 Desember 2023 | 17:34 WIB
MAKNA: Upacara naur Kelaci di Desa Kedisan, Kintamani Bali sarat dengan makna. Ada beberapa urutan dalam pelaksanaannya.
MAKNA: Upacara naur Kelaci di Desa Kedisan, Kintamani Bali sarat dengan makna. Ada beberapa urutan dalam pelaksanaannya.

BALI EXPRESS - Tradisi Kelaci kerap diidentikkan dengan batu pinanjung. Ada juga yang memaknai sebagai nebusin untuk membayar kekenan dengan sejumlah biaya. Namun, tidak diartikan sebagai denda.

Dijelaskan Jro Mangku Gede Putrayasa Tangkas, ada sejumlah tahapan yang dilalui dalam upacara tradisi Kelaci di Desa Kedisan.

Langkah pertama, pasangan akan mecari padewasan atau hari baik untuk pelaksanaan Kelaci.

Setelah mendapat hari baik, orang tua dari mempelai laki yang berasal dari Kedisan melapor ke Bendesa Adat Kedisan tentang pelaksanaannya.

Kelaci biasanya dilangsungkan setelah pasangan pengantin melaksanakan upacara pernikahan.

Setelah harinya disepakti, pasangan pengantin ini menuju ke Pura Desa di Kedisan untuk melaksanakan Kelaci ini.

Pelaksanakan Kelaci dihadiri 16 pedulu Desa Kedisan yang terdiri dari 2 kubayan, 2 jero bahu, 4 jero guru, jero mangku 2, jero nyarikan 2, jero mekel, jero bendesa 2, jero saeng 2 dan seluruh keluarga pengantin.

Pelaksanaan Kelaci diisi dengan berbagai ritual seperti persembahyangan bersama, natap, nunas tirta penganteg bayu. Setelah itu minum tuak bersama yang memiliki arti metabuh.

Selanjutnya, pasangan berbagi kopi dengan saling menyuapi. Makna dari ritual itu  adalah dalam menjalani bahtera rumah tangga agar pasangan ini selalu beriringan, saling menyayangi.

Selanjutnya pasangan ini juga saling menikmati jajan Bali seperti jajan kukus (ketan hitam).

Maknanya adalah dalam menjalankan rumah tangga agar saling berbagi, baik dalam keadaan senang maupun susah.

Acara selanjutnya adalah makan dan minum.

Pada momen ini pasangan akan diberi bakung pengantin berisi berbagai hasil isi bumi, seperti beras, pis bolong, banten, dan lain-lain.

Semua ini memiliki makna sendiri-sendiri.

Pasangan pengantin akan diminta mengambil salah satu, tanpa melihat bakul tersebut

Terakhir,  seluruh keluarga diminta sembahyang bersama untuk mendoakan pasangan pengantin ini agar selalu bahagia, sehat dan selalu saling menyayangi.

“Tak jarang, sebagai penutup acara, pasangan pengantin ini melakukan foto bersama dengan para pedulu untuk kenang-kenangan,” tutupnya.

Editor : Nyoman Suarna
#bali #makna #desa kedisan #tradisi #kelaci