Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Penyuluh Agama Hindu Bali: Nista dalam Beryadnya bukan Berarti Hina, tetapi…

Putu Agus Adegrantika • Kamis, 11 Januari 2024 | 17:24 WIB
NISTA: Pelaksanaan upacara menurut agama Hindu di Bali dibagi dalam tiga tingkatan, yaitu nista, madya dan utama. Namun nista bukan berarti hina.
NISTA: Pelaksanaan upacara menurut agama Hindu di Bali dibagi dalam tiga tingkatan, yaitu nista, madya dan utama. Namun nista bukan berarti hina.

BALI EXPRESS – Dalam agama Hindu, upacara yadnya di Bali dapat dibagi tiga tingkatan, yaitu nista, madya, dan utama. Nista dalam konteks beryadnya, sesungguhnya bukanlah hina.

Hal tersebut diungkapkan oleh Penyuluh Agama Hindu, Ni Luh Cesi.

Dalam hakikat agama Hindu, yadnya adalah jalan mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan. Dalam pelaksanaannya, yadnya selalu menyesuaikan diri dengan kemampuan dan keikhlasan.

Kemampuan sangat  erat dengan kuantitas atau materi, sedangkan keikhlasan berkaitan dengan kualitas atau rohani dan bhakti.

Jika kemampuan materinya memungkinkan, bisa memilih tingkatan upacara madya, baik madyaing nista sampai madyaning utama.

Sementara kemampuan materinya biasa-biasa saja, maka pilihan bisa pada tingkatan upacara nista, yaitu nistaning nista sampai uttamaning nista.

Semua tingkatan itu sesungguhnya lebih bermakna sebagai kuantitas materi.

Dalam konteks yadnya sebagai suatu persembahan atau bhakti, dari tingkatan upacara yang manapun termasuk yang uttamaning utama, tidak akan berarti apa -apa jika tidak dilandasi oleh kualitas diri.

“Itu artinya istilah nista, madya, dan utama hanyalah sebatas kuantitas materi. Justru yang terpenting adalah kualitas diri, baik dari hati, rohani, dan batin.

 Namun yang terbaik adalah perpaduan antara kuantitas materi dengan kualitas diri,” tegas Cesi.Baca Juga: Dikemas dengan Lirik dan Video Klip Kocak, Lagu ‘Spanduk Misi Tali’ Tri Puspa Sukses Hibur Penikmat Lagu Bali

Oleh karena itu, lanjut Cesi, sebutan nista tidaklah dapat diartikan sebagai padanan kata rendah atau hina. Namun pengertian nista dalam konteks ritual hanya berarti kecil atau sedikit.

“Dalam rohani spiritual, kuantitas materi tidak begitu diperhitungkan. Terpenting dan utama adalah kualitas diri,” pungkasnya.

Editor : Nyoman Suarna
#bali #beryadnya #nista #hina #hindu