Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pemprov Bali Tiadakan Lomba Ogoh-Ogoh karena Pemilu, Persilakan Pemkab/Pemkot Gelar Sendiri

Rika Riyanti • Sabtu, 13 Januari 2024 | 14:43 WIB
SERENTAK : Penilaian lomba ogoh-ogoh di Kota Denpasar serentak dilakukan pada Kamis (9/3). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)
SERENTAK : Penilaian lomba ogoh-ogoh di Kota Denpasar serentak dilakukan pada Kamis (9/3). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

DENPASAR, BALI EXPRESS - Tahun 2024 ini, Pemprov Bali memutuskan tidak menggelar lomba ogoh-ogoh untuk menyambut Nyepi.

Kendati demikian, Pemprov Bali mempersilakan pemerintah kabupaten (pemkab) maupun pemerintah kota (pemkot) untuk menggelar lomba ogoh-ogoh sendiri.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Gede Arya Sugiartha. “Perlombaannya yang ditiadakan, jadi membuat ogoh-ogoh silakan,” kata Arya Sugiartha, Jumat, 12 Januari 2024.

“Jadi kegiatan mengarak ogoh-ogoh ketika Pengerupukan itu silakan, itu semua diatur oleh pemkab. Seperti Denpasar, Badung, itu kan mengadakan lomba, itu tingkatnya di kabupaten, hanya saja sekarang lomba di tingkat provinsi tidak, itu saja yang berubah tidak ada yang lain. Tidak ada perlombaan di provinsi, di kabupaten kegiatan ogoh-ogoh tetep seperti biasa, bukan dilarang,” tegasnya.

Nantinya, kata Arya Sugiartha, pemkab atau pemkot akan menggelontorkan dana ke sekaa di banjar untuk membuat ogoh-ogoh.

Sehingga pada Pangerupukan sehari sebelum Nyepi tetap akan ada arak-arakan ogoh-ogoh.

Sementara, Pemprov Bali sendiri untuk tahun ini tidak mengeluarkan anggaran untuk pembuatan ogoh-ogoh.  

Keputusan itu berbeda dengan tahun lalu, Pemprov Bali menggelontorkan anggaran Rp3 miliar untuk pembuatan ogoh-ogoh.

“(Tahun ini) Tidak dianggarkan dari awal karena memang diprogram kami tidak akan mengadakan lomba,” ungkapnya.

Menurutnya, peniadaan lomba ogoh-ogoh di tingkat provinsi ini salah satunya karena merupakan tahun pemilu.

Lomba ogoh-ogoh pada tahun pemilu dinilai rentan. “Seni itu kan agak subjektif, jadi biarkan saja kreativitasnya murni. Tidak selalu dilombakan, kemarin kami lombakan untuk merangsang kreativitas dan semangat, sekarang sudah luar biasa,” jelasnya.

Namun, pihaknya menekankan, Pemprov Bali menyerahkan tanggung jawab kepada pemkot/pemkab jika akan menggelar lomba ogoh-ogoh.

“Jadi silakan kalau mau adakan lomba boleh, kalau tidak juga boleh. Kami tidak bisa atur pemkab/pemkot karena itu sudah wilayah otonominya,” tandasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #nyepi #ogoh-ogoh #pemilu