BALI EXPRESS - Memahami konsep mati dalam kepercayaan Hindu di Bali memerlukan pandangan yang bervariasi, tergantung dari perspektif yang digunakan.
Secara simpel, mati merujuk pada berhentinya napas, kehilangan nyawa, dan berhentinya denyut jantung.
Dalam literatur Vrehaspati Tattwa, konsep mati didefinisikan sebagai saat Pancamahabhuta berpisah dari atma yang menghuni tubuh.
Hanya bagian kasar tubuh yang menghilang, sementara atma tetap abadi, karena dunia ini dipenuhi oleh keberadaan Atma.
Dalam konteks upacara agama Pitrayadnya, makna mati tidak hanya terkait dengan akhirnya napas terakhir.
Penyuluh Agama Hindu, Ida Bagus Putu Wiadnyana Manuaba, mengungkapkan hal ini dengan merujuk pada karya I Gusti Ketut Widana.
Ketika denyut jantung berhenti, upacara Pitrayadnya melibatkan serangkaian ritual yang disebut "mepegat."
Selanjutnya, dilakukan pemujaan oleh puja pemralina Sang Sulinggih untuk menandai resmi dan sahnya pembebasan Sang Atma dari ikatan dengan pancamahabhuta.
"Sebelum seseorang dianggap meninggal, upacara Pitrayadnya dilaksanakan, selama periode ini, keberadaan individu yang telah meninggal dianggap sebagai hidup atau dalam keadaan tidur," tambahnya.
Dengan demikian, krama banjar tidak terpengaruh, kecuali bagi mereka yang memiliki layon.
Ini berarti bahwa upacara piodalan di Pura Kahyangan Banjar atau Desa tetap dapat berlangsung tanpa hambatan.
Doa saat menjelang kematian:
OM ASATO MA SAT GAMAYA,
TAMASO MA JYOTIR GAMAYA,
MRITYOR MA AMRITAM GAMAYA.
OM TRAYAM BHAKAM YA JAMAHE,
SUGHANDIM PUSTHI WARDHANAM URWARU KHAMIWA
BHANGHANAT.MITYOR MUKHSYA MA AMRITAT.
Artinya:
Ya Tuhan, tuntunlah kami dari jalan yang sesat
menuju jalan yang benar,
dari jalan yang gelap menuju jalan yang terang,
tuntunlah kami dari jalan kematian ini
menuju kehidupan yang kekal.
Kami memuja Hyang Rudra (Tryambhaka)
yang menyebarkan keharuman dan
memperbanyak makanan.
Semoga ia melepaskan kami,
seperti buah mentimun lepas dari batangnya,
dari kematian dan bukan dari kekekalan.
Doa Menghembuskan Nafas Terakhir, Melihat dan Mendengar Orang Meninggal:
OM A TA SA BA I, OM WA SI M A NA YA, MANG ANG UN6
OM SVARGANTU, MOKSANTU, SUNYANTU, BAGYANTU, KSAMANTU
OM KSAMA SAMPURNA YA NAMAH SVADAH
Artinya:
Om Sanghyang Widhi Wasa, semoga arwah almarhum
mencapai sorga, manunggal dengan-Mu,
mencapai keheningan, tanpa suka duka,
ampunilah dia, semoga sempurna atas
kemaha kuasaan-Mu.
Editor : I Putu Suyatra