Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Disebut Tarian Tuhan: Ini Makna Gerakan Tangan dan Kaki Tari Siwa Nataraja dalam Hindu

Putu Agus Adegrantika • Sabtu, 27 Januari 2024 | 18:52 WIB
SIWA NATARAJA: Tarian Siwa Nataraja adalah simbol keagamaan, seni dan ilmu pengetahuan yang digabung menjadi satu. Tarian ini juga merupakan cerita proses penciptaan, pemeliharaan hingga peleburan.
SIWA NATARAJA: Tarian Siwa Nataraja adalah simbol keagamaan, seni dan ilmu pengetahuan yang digabung menjadi satu. Tarian ini juga merupakan cerita proses penciptaan, pemeliharaan hingga peleburan.

BALI EXPRESS - Tarian Siwa Nataraja adalah simbol keagamaan, seni dan ilmu pengetahuan yang digabung menjadi satu.

Menurut Hindu, tarian ini juga merupakan cerita proses penciptaan, pemeliharaan hingga peleburan, termasuk simbol alam semesta.

Nataraja adalah raja tari yang memiliki empat tangan. Tangan kanan atas memegang gendering yang bermakna bahwa hasil- hasil ciptaan-Nya keluar tiada hentinya. Dengan kata lain, Tuhan adalah sumber dari segala ciptaan.

Lebih jauh penyuluh Agama Hindu, Ni Nyoman Nadi memaparkan, tangan kanan bawah dalam posisi memberi restu, menggambarkan bahwa Tuhan yang maha pengasih.

“Sedangkan tangan kiri atas yang memegang lidah api abadi sedang berkobar bermakna bahwa Tuhan juga maha penghancur atau maha pelebur," jelasnya.

Sementara kaki kanan berdiri di atas apasmara (penjahat atau iblis Kerdil) bermakna hilangnya ingatan, turunnya penyakit, kebingungan, dan kelupaan.

 "Kata apasmara secara harfiah berarti hilangnya ingatan, turunnya penyakit, kebingungan, dan kelupaan," paparnya.

Posisi kaki kanan seperti itu menggambarkan jiwa yang untuk sementara waktu terbelenggu oleh duniawi karena kebodohan, kebingungan dan kelalaiannya sendiri. 

Kemudian kaki kiri diangkat menunjukkan lepasnya jiwa dari segala belenggu keterikatan. Tangan kiri bawah mengarah menuju kaki suci, menunjukkan keyakinan bahwa kaki suci Tuhan adalah tempat berlindung bagi semuanya, jalan menuju pembebasan.

Lingkaran menggambarkan alam semesta. Lidah api di sepanjang lingkaran menggambarkan Sang Mahakala, sang waktu yang siap melahap isi semesta tanpa kecuali. 

Terdapat juga ular cobra yang melilit di pinggang Nataraja, merupakan simbol Kundalini Shakti, tenaga kosmik yang bersemayam di dalam semua ciptaan-Nya. 

Tarian Siwa Nataraja tidak sekadar simbol tetapi sarat makna bahwa hal ini berlangsung dalam diri kita masing-masing di tataran atomic. Waktu terasa semakin sempit untuk menyadari tarian Tuhan ini. 

Sang Mahakala tidak pernah mau kompromi, tidak mau tahu apakah kita masih kerepotan mengurusi keduniawian kita.

"Dia terus menggerogoti waktu kita yang tersisa dan memaksa kita untuk segera menyadari tarian Tuhan yang sedang berlangsung dan akan terus berlangsung," pungkasnya. 

Editor : Nyoman Suarna
#tarian #kaki #tangan #hindu #Tuhan #siwa nataraja