Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Memahami Ajaran Tri Guna Dalam Hindu: Tiga Sifat yang Mempengaruhi Perilaku Manusia

Putu Agus Adegrantika • Kamis, 8 Februari 2024 | 13:57 WIB
TRI GUNA: Perilaku manusia, menurut ajaran Hindu, tidak terlepas dari pengaruh Tri Guna. Sesekali ia cenderung menjadi pemalas, pemarah, dikuasai oleh nafsu.
TRI GUNA: Perilaku manusia, menurut ajaran Hindu, tidak terlepas dari pengaruh Tri Guna. Sesekali ia cenderung menjadi pemalas, pemarah, dikuasai oleh nafsu.

BALI EXPRESS –  Perlu diketahui bahwa dalam kehidupan di dunia ini ada sifat-sifat yang dimiliki manusia yaitu Sattwam, Rajas dan Tamas.

Ketika manusia berbuat sesuatu dalam mengejar artha dan kama, mereka sering dikuasai oleh berbagai cobaan.

Aapabila tidak hati-hati, dapat menjerumuskannya ke dalam kesengsaraan.

Sesekali ia cenderung menjadi pemalas, pemarah, dikuasai oleh nafsu-nafsu untuk melakukan yang kurang baik hingga tega mencabut nyawa sesama, bersikap masa bodoh dan sebagainya.

Sebaliknya ia sering dikuasai oleh kecenderungan berbuat baik, berkorban, menolong sesama, timbul perasaan kasih sayang, merasakan tanggung jawab, berani berbuat sesuatu untuk kebaikan, bersemangat mengatakan yang benar dan seterusnya.

Semua kecenderungan dapat digolongkan tiga tingkatan yaitu Sattwam, Rajas dan Tamas. 

Penyuluh agama Hindu, Aris Widodo mengatakan, ketiga tersebut disebut dengan Tri Guna, yang terdiri dari :

Sattwam, artinya semua perbuatan yang selalu mendasarkan kebenaran, kejujuran, kesucian, kasih sayang, tenang, tidak keburu nafsu, bijaksana, senantiasa sesuai dengan sifat kedewasaan.

Rajas, artinya kegiatan yang terdorong oleh nafsu, semangat dan kemauan yang besar untuk mencapai sesuatu.

Tamas, artinya sifat-sifat yang dikuasai oleh tamak, yaitu cenderung bersifat jahat, tidak bertanggung jawab, loba, bodoh, egois, tidak ada rasa kepedulian dan seterusnya.

“Agama senantiasa menekankan agar manusia berbuat yang dikuasai oleh sifat-sifat Sattwam dan menjauhkan perbuatan yang dikuasai oleh Rajas dan Tamas,” tegasnya.

Aris Widodo menegaskan, dalam situasi tertentu mungkin dapat dibenarkan melakukan sesuatu dengan sifat Rajas.

“Dalam arti bersemangat untuk mendorong terlaksananya sesuatu yang diperlukan, asalkan tetap berpegangan pada dharma , yaitu kejujuran, kebenaran dan perasaan keadilan,” pungkas Aris. ***

Editor : Nyoman Suarna
#sifat #manusia #perilaku #tri guna #hindu