BALI EXPRESS – Setiap agama mempunyai tujuan yang hendak dicapai dan diwujudkan. Agama Hindu misalnya, menuntun umatnya untuk mencapai moksa dan jagadhita dengan jalan dharma.
Jagadhita adalah menciptakan dan membangun manusia Indonesia seutuhnya.
Hal ini berarti bahwa tujuan Hindu selaras dengan pembangunan nasional, yaitu sama-sama ingin mewujudkan keseimbangan dalam kehidupan.
Penyuluh Agama Hindu, Aris Widodo menerangkan, dengan terciptanya keseimbangan akan tercipta kedamaian dan kesejahteraan dalam kehidupan yang selaras dengan dharma agama dan dharma negara.
Lalu apa yang dimaksud dharma agama dan dharma negara?
“ Secara umum dharma merupakan hukum yang bersifat abadi sebagai pelindung dan juga kebenaran,” ujarnya.
Sama halnya dengan konsep karmaphala, dimana ada karma atau suatu perbuatan, pasti akan ada hasil yang dipetik dari karma tersebut.
Agama Hindu mengajarkan umatnya untuk melaksanakan dharma agama dan dharma negara.
Dharma agama merupakan tugas dan juga kewajiban yang harus dijalankan oleh setiap umat beragama untuk dapat mencapai tujuan agama.
Menurut Hindu, dharma agama merupakan suatu perbuatan baik yang dilakukan oleh umat Hindu berdasarkan pada ajaran agama Hindu dalam pengembangan kepentingan agama Hindu serta memantapkan Sradha dan Bhakti kepada Sang Hyang Widhi Wasa.
Hal ini dilakukan dengan melaksanakan ajaran agama secara utuh dan berimbang sesuai ajaran agama Hindu.
Aris Widodo menerangkan , umat Hindu harus memiliki pandangan luas dan benar dalam melaksanakan ajaran agama Hindu secara murni dan konsekuen sehingga bermanfaat bagi bangsa dan negara.
Agama memiliki peran yang sangat penting. Pertama sebagai motivasi atau pendorong untuk berbuat baik dalam seluruh aspek kehidupan.
Kedua, sebagai faktor integratif karena dengan keyakinan dan penghayatan ajaran agama yang benar akan dapat mempersatukan bangsa dan menghindari kepribadian yang bersifat memecah belah.
Ketiga yakni sebagai faktor sublimatif untuk dapat mengubah cara berpikir, berbicara dan berbuat dimana secara resmi sesuai dengan konsep Tri Kaya Parisudha.
Keempat yakni sebagai faktor inspiratif untuk pengembangan seni dan budaya yang didasarkan pada nilai-nilai ajaran agama.
Kelima yakni sebagai faktor sumber nilai dan norma yang mengikat dan menjadi dasar moral pada diri manusia.
Selain itu, lanjut Aris Widodo, dharma negara adalah tugas dan kewajiban warga negara terhadap tujuan negara dan bangsa dalam pembangunan yang direncanakan.
Pembangunan negara merupakan pembangunan kebersamaan oleh semua warga atau masyarakat pada suatu negara.
Dimana setiap orang yang tinggal dan hidup, mempunyai tugas dan kewajiban untuk membangun negaranya.
Untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara Indonesia maka dibuat empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.
“Keempat pilar ini sudah menjadi harga mati untuk keutuhan bangsa dan negara Indonesia,” papar Aris Widodo.
Setiap warga negara Indonesia harus patuh dan tunduk pada 4 pilar kebangsaan tersebut.
Sebagai warga negara kita harus patuh dan tunduk pada para pemimpin bangsa dengan mendukung penuh setiap program yang dicetuskan pemerintah.
Bagaimana dharma agama dan dharma negara bagi umat Hindu di Indonesia?
“Etika keagamaan yang dapat dijadikan referensi adalah masyarakat Bali yang dipandang sangat religius dan melaksanakan Tri Kaya Parisudha sebagai bentuk kehidupan manusia yang berpikir, berbicara dan berbuat secara baik dan benar,” pungkasnya.
Masyarakat Hindu Bali juga layak menjadi rujukan dalam pelaksanaan dharma agama dan dharma negara.
Adapun rujukan perilaku yang diwujudkan yakni, pertama dharma agama oleh masyarakat Bali dilakukan dengan Tri Hita Karana, dengan menciptakan hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan (Sang Hyang Widhi Wasa), manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam ini.
Editor : Nyoman Suarna