BALI EXPRESS – Perjalanan sang waktu tak bisa dihentikan dan diulang. Oleh karena itu, waktu pantang dilewatkan jika tak mau tertinggal.
Penyuluh Agama Hindu, Aris Widodo menerangkan bahwa dalam Kitab Slokantara 27 (50) disebutkan sebagai berikut :
“Kanyadanam rnacchede dharmadane dhanarjane, satruwidyagnirogesu kalaksepam na karayet."
"Kalinganya, ikang tan yogya suwena : kawehan ing kanya, kapegatan ing utang, kawehan ing dharma, kapetan ing mas, kahilangan ing satru, kapetan ing widya, kapademan ing apuy, kawarasan ing roga."
"Ika tatan kalaksepa kagawayanya kabeh, ling ning aji.”
Artinya :
Jangan menunda waktu perkawinan anak-anak putri, jangan menunda waktu untuk bayar utang.
Jangan pula menunda waktu untuk membayar dana dan mengumpulkan uang.
Jangan menunda waktu untuk menangkis musuh, mengejar ilmu, untuk memadamkan kebakaran, dan jangan tunda waktu untuk mengobati penyakit.
Jika semua telah tepat waktu, maka hasil yang akan diterimanya juga akan lebih baik.
"Itulah keuntungannya. Apabila kita bekerja tepat waktu, otomatis membuat beban kerja lebih efektif dan berdayaguna," pungkas Aris Widodo. ***
Editor : Nyoman Suarna