BALI EXPRESS- Senin, 11 Maret 2024, umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi.
Dalam merayakan Nyepi itu, umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian. Apa itu?
Catur Brata Penyepian terdiri dari Amati Lelanguan, Amati Lelungaan, Amati Karya, dan Amati Geni. Catur Brata Penyepian ini sebagai momentum melakukan kontemplasi.
Dosen Pendidikan Agama Hindu STAHN Mpu Kuturan, Singaraja Nyoman Ariyoga menjelaskan, Nyepi dirayakan pada tanggal 1 bulan ke 10 Caka atau dengan sebutan lain “Penanggalan Apisan Sasih Kadasa”.
Ketika merayakan Hari Raya Nyepi itu, umat Hindu di Bali memperoleh pembelajaran untuk mengendalikan diri dengan cara tidak bepergian, tidak beraktivitas/bekerja, berpuasa (tidak makan dan minum), tidak melakukan aktivitas yang dapat mencemarkan badan.
Pengendalian diri ini dilakukan dengan cara menjalankan Catur Brata Penyepian.
Dengan melaksanakan Catur Brata Penyepian ini, umat Hindu bisa konsentrasi atau fokus dengan tenang dan khusuk untuk kembali ke jati diri yang ditempuh dengan cara meditasi, shamadi, perenungan diri sendiri di suasana yang sunyi-senyap atau “keheningan”.’
Ariyoga menyebut, Catur Brata penyepian dilaksanakan selama 24 jam, yakni sehari setelah Tilem Sasih Kasanga (Tilem Kasanga), tepatnya pada paroh terang pertama masa kesepuluh/panaggal sasih kadasa.
Pelaksanaan Catur Brata Penyepian itu mulai pukul 05.00 sampai pukul 05.00 besok pagi harinya
Hari Ngembak Geni ini yang dirayakan pinanggal ping kalih (tanggal 2) Sasih Kadasa (bulan X), yaitu pada ini Tahun Caka ini memasuki hari kedua.
Hari Ngembak Geni ini mengandung makna telah berakhirnya Catur Brata Penyepian.
Pada hari Ngembak Geni umat Hindu melaksanakan acara saling mengunjungi keluarga/kerabat, teman dekat, teman seprofesi, dan yang lainnya untuk saling memaafkan atas segala kekhilafan dan kesalahan yang telah atau mungkin terjadi sebelumnya.
“Momen inilah dijadikan tempat untuk masimakrama, sebagai ajang menebar spirit persaudaraan. Tidak jarang umat Hindu melakukannya untuk saling bermaaf-maafan, mengunjungi sanak saudara,” tutupnya. (*)
Editor : I Made Mertawan