Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Daftar Manfaat dari Buah hingga Daun Pisang dalam Upakara Hindu dan Kuliner Bali yang Luar Biasa!

I Putu Mardika • Rabu, 13 Maret 2024 | 03:07 WIB
Pohon Pisang
Pohon Pisang

BALI EXPRESS - Pisang telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari upakara Hindu dan kehidupan sehari-hari di Bali.

Dari daun hingga batang, pisang tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga memberikan kontribusi penting dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Hindu Bali.

Menurut Jro Mangku Wayan Pada, seorang tokoh Hindu Bali, pisang atau yang disebut Biu dalam Bahasa Bali, memiliki peran vital dalam upakara Hindu.

"Tanpa pisang, upakara terasa tak lengkap," ungkapnya.

Dalam upakara, setiap bagian pisang memiliki peranannya masing-masing.

Mulai dari daun yang digunakan sebagai alas canang hingga buahnya yang menjadi bagian penting dari persembahan.

Bahkan, batang pisang juga tak luput dari peranannya, menjadi poros dalam pembuatan gebogan dan sebagai penancap wayang saat pertunjukan.

Namun, tak hanya dalam upakara, pisang juga memperkaya ragam kuliner Bali.

Daun pisang sering digunakan sebagai pembungkus makanan, menambah aroma dan cita rasa yang khas.

Sebelum era kertas minyak dan plastik, daun pisang bahkan menjadi alas makanan sehari-hari di pedesaan.

Sementara itu, buah pisang yang telah matang bisa langsung dinikmati atau diolah menjadi berbagai hidangan lezat seperti kue, kolak, atau keripik.

Bahkan pisang batu muda pun dimanfaatkan dalam hidangan tradisional seperti tum.

Tak hanya itu, setiap bagian pisang memiliki manfaatnya sendiri.

Batangnya digunakan dalam kuliner seperti jukut ares, sementara bungkilnya diolah menjadi tum bungkil yang lezat. Bahkan, pisang juga menjadi pakan ternak yang bergizi.

Secara filosofis, pisang mengajarkan tentang ketekunan dan keberlimpahan.

Meskipun terus dipotong, tunasnya tetap tumbuh, menunjukkan tekad yang kuat.

Namun, ketika sudah berbuah, pisang juga mengajarkan untuk merelakan akhir dengan terhormat.

Dengan semua manfaatnya, Jro Mangku Wayan Pada mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan mereka untuk menanam tanaman upakara seperti pisang, kelapa, atau bunga.

"Tanaman yang kita rawat dan hasilnya kita nikmati akan membawa nilai kasih sayang dan bakti yang sangat kental," katanya.

Filosofi Pisang

Selain perannya dalam upacara, pisang juga memiliki makna filosofis yang dalam. Pertumbuhannya yang tetap kuat meskipun terus dipotong menjadi simbol ketekunan dan keberlimpahan yang diajarkan oleh agama Hindu.

Berikut adalah beberapa poin yang menggambarkan kegunaan pisang dalam sarana upacara agama Hindu di Bali:

1.  Simbolisasi dalam Persembahan

Pisang digunakan sebagai bagian dari persembahan dalam upacara agama Hindu di Bali.

Baik dalam bentuk buah yang diletakkan dalam canang atau sebagai bagian dari pajati, penjor, dan gebogan, pisang memiliki makna simbolis yang mendalam.

2.  Pentingnya Daun Pisang

Daun pisang menjadi elemen penting dalam upacara. Mereka digunakan sebagai alas canang, segehan, dan pembungkus untuk beberapa kelengkapan upacara lainnya.

Bahkan, daun pisang kering juga dimanfaatkan dalam berbagai aspek upacara.\

3.  Peran Batang Pisang

Batang pisang memiliki peran penting dalam pembuatan gebogan, yakni sebagai porosnya. Selain itu, batang pisang juga digunakan dalam menancapkan wayang saat pertunjukan wayang kulit.

4. Pemanfaatan Buah Pisang

Buah pisang juga kerap menjadi bagian dari persembahan dalam upacara. Dalam penjor, buah pisang mewakili pala gantung, sedangkan dalam banten pajati, buah pisang menjadi perlambang jari-jemari.

5.  Kehadiran Pisang dalam Tum

Pisang tidak hanya menjadi bagian dari persembahan, tetapi juga diolah menjadi hidangan khusus seperti tum.

Tum ini bisa terbuat dari berbagai bagian pisang, seperti buah, bungkil, atau bahkan batangnya.

6.  Keseluruhan Pisang sebagai Biu Lalung

Dalam beberapa upacara, digunakan pisang dalam bentuk Biu Lalung, yang meliputi semua bagian pisang mulai dari daun, batang, buah, hingga jantung pisang.

Poin-poin ini mencerminkan betapa pentingnya peran pisang dalam sarana upacara agama Hindu di Bali, tidak hanya sebagai simbolisasi, tetapi juga sebagai bagian penting dari ritual dan filosofi yang melekat dalam kehidupan spiritual masyarakat Bali.

Berikut adalah beberapa poin yang menjelaskan peran pisang dalam kuliner di Bali:

1.  Daun Pisang Sebagai Pembungkus

Daun pisang sering digunakan sebagai pembungkus makanan dalam masakan Bali. Daun ini tidak hanya memberikan aroma khas, tetapi juga menjaga kelembapan dan aroma makanan.

2.  Buah Pisang Langsung Dikonsumsi atau Diolah

Buah pisang dapat langsung dinikmati ketika sudah matang. Namun, di Bali, buah pisang juga sering diolah menjadi berbagai hidangan seperti kolak, kue, atau keripik.

3.  Penggunaan Pisang Batu dan Buah Pisang Muda

Pisang batu muda sering digunakan dalam hidangan khas Bali seperti tum. Sementara buah pisang muda yang belum masak dapat diolah menjadi hidangan seperti rujak.

4. Penggunaan Batang Pisang

Batang pisang juga dimanfaatkan dalam beberapa hidangan, seperti jukut ares. Bagian dalam batang pisang yang lebih lunak digunakan sebagai bahan utama dalam hidangan ini.

5.  Bungkil Pisang Sebagai Bahan Kuliner

Bungkil pisang digunakan dalam pembuatan tum bungkil, sebuah hidangan tradisional Bali. Bungkil diparut, diperas airnya, lalu dicampur dengan daging dan bumbu lainnya.

6.  Kulit Pisang Sebagai Bahan Tambahan

Kulit dan pelepah pisang digunakan dalam beberapa masakan Bali sebagai tali alami, penutup luka tradisional, atau bahkan sebagai pembungkus bibit tanaman.

7.  Pisang dalam Kuliner Sehari-hari

Dahulu, daun pisang digunakan sebagai alas makanan sehari-hari di pedesaan sebelum era kertas minyak dan plastik. Pisang juga dimasukkan dalam beberapa hidangan sehari-hari, baik sebagai lauk atau campuran dalam membuat kue.

8.  Kreativitas dalam Penggunaan Pisang

Masyarakat Bali juga menggabungkan pisang dengan bahan-bahan lainnya untuk menciptakan hidangan baru yang unik dan lezat, seperti dalam pembuatan kolak atau dalam proses memanggang sate.

Baca Juga: Dharma Santi Nyepi di Desa Adat Bualu Badung sebagai Wadah Parum Agung

Dengan segala rahasia dan manfaatnya, pisang tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, tetapi juga menjadi simbol kekayaan budaya dan filosofi yang dalam bagi masyarakat Bali. *** 

 

 
 
Editor : I Putu Suyatra
#bali #upakara #hindu #pisang #kuliner