Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jabatan Jro Pasek di Desa Adat Les Penuktukan: Pemimpin Adat Seumur Hidup yang Dipilih, Bukan Keturunan

I Putu Mardika • Sabtu, 6 April 2024 | 16:11 WIB

Ritual di Desa Adat Les Penuktukan Kecamatan Tejakula, Buleleng tidak terlepas dari peran Jro Pasek sebagai pemimpin upacara (ist)
Ritual di Desa Adat Les Penuktukan Kecamatan Tejakula, Buleleng tidak terlepas dari peran Jro Pasek sebagai pemimpin upacara (ist)

TEJAKULA, BALI EXPRESS  - Desa Adat Les Penuktukan memiliki sistem adat yang unik, salah satunya adalah jabatan Jro Pasek. Jro Pasek merupakan pemimpin adat yang memiliki peran sentral dalam ritual dan adat istiadat desa.

Kelian Desa Adat Les Penuktukan, Jro Pasek Putu Srengga, menegaskan bahwa posisi Jro Pasek merupakan yang tertinggi dalam hierarki adat.

Menariknya, jabatan ini bukanlah turun temurun dari keluarga tertentu, melainkan dipilih melalui proses yang transparan.

Jro Pasek didukung oleh anggota adat lainnya dari dua desa, yakni Desa Les dan Desa Penuktukan.

Baca Juga: Gunakan Base Tegeh saat Mepenyari dalam Tradisi Hindu Bali di Sembiran: Upacara Bebas Penuh Makna 

Proses pemilihan Jro Pasek dilakukan dengan cermat oleh masyarakat desa, dan jabatan ini bersifat seumur hidup kecuali dalam kasus meninggalnya pemegang jabatan sebelumnya, maka proses pemilihan akan dilakukan kembali.

“Jro Pasek dipilih secara langsung oleh krama desa dari dua desa dinas, yaitu Desa Les dan Desa Penuktukan. Jro Pasek di Desa Adat Les Penuktukan merupakan jabatan seumur hidup. Apabila Jro Pasek terdahulu mantuk (meninggal) barulah diadakan pemilihan,” jelasnya.

Rangkaian upacara Hindu yang harus dilalui seorang calon Jro Pasek mencerminkan keseriusan dalam menjalankan tugasnya.

Mulai dari upacara di rumah pribadi, hingga pembagian banten dan pengaturan ritual di tempat suci, semua langkahnya dijalani dengan penuh pengabdian dan kesakralan.

Setelah maturan di Kemulan Tiga Sakti, lanjut ngaturang piuning di kamar suci.

Di kamar suci ini terdapat sebuah kotak kayu yang terdiri atas tiga deret, yang disebut dengan penegtegan.

Isi penegtegan ini adalah pis bolong (uang kepeng) sebanyak siu satus (seribu seratus), pitungatus (tujuh ratus), dan satak lima likur (dua ratus dupa puluh lima kepeng).

Fungsi penegtegan ini sama dengan isi pedagingan merajan yang ada di wilayah Bali daratan.

Banten yang dipersembahkan di kamar suci ini adalah pejati dan banten sodaan. Lanjut setalah di kamar suci, maturan ke sanggah rerod (sanggah gede), dan sanggah dadia.

“Banten yang dipersembahkan adalah pejati, suci seleean bulu tebel putih, dan sodaan. Tujuannya adalah untuk meminta restu kepada para leluhur, bahwa sebentar lagi Jro Pasek terpilih akan menjadi pengulu adat,” paparnya.

Setelah melewati serangkaian tahapan, termasuk masa mekemit selama tiga hari di Bale Suci, Jro Pasek Lanang siap memimpin dengan bijaksana.

Upacara mancang karma menjadi penutup yang penting, di mana seluruh komunitas turut serta dalam membersihkan diri dan mempersiapkan diri untuk memasuki masa kepemimpinan yang baru.

Tugas dan Wewenang Jro Pasek:

Proses Pemilihan Jro Pasek:

Baca Juga: Joged Pingitan: Tarian Sakral dalam Tradisi Hindu Bali di Desa Tegenungan, Gianyar, Ada Keunikan bagi Penarinya yang Wajib Diikuti

Rangkaian Upacara Pawintenan Jro Pasek:

  1. Upacara di rumah Jro Pasek terpilih, termasuk mebanten di Pura Kemulan Tiga Sakti.
  2. Upacara pembersihan tangan dan siku oleh Jro Mangku.
  3. Upacara di Sanggah Kemulan Tiga Sakti, termasuk banten pemutus dan memercikkan tirta warna solas.
  4. Upacara di kamar suci, termasuk maturan piuning dan penegtegan.
  5. Upacara di sanggah rerod, sanggah dadia, dan sanggah gede.
  6. Pawintenan di Bale Suci, Jro Pasek Lanang harus mekemit selama tiga hari.
  7. Upacara mancang karma di Pura Segara Desa Pakraman Les-Penuktukan.
Editor : I Putu Suyatra
#ritual #bali #Penuktukan #desa adat #les #tradisi #buleleng