Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Misteri Cakra dan Kehidupan: Apakah Benar Cakra Harus Ditutup?

I Putu Suyatra • Rabu, 10 April 2024 | 21:48 WIB
Ilustrasi Cakra
Ilustrasi Cakra

BALI EXPRESS - Ada kepercayaan lama yang mengatakan bahwa beberapa orang memiliki kemampuan melihat penampakan, dengan cakra mereka terbuka, dan konon harus ditutup. Namun, apakah ini benar-benar terjadi?

Guru spiritual, Guru Mangku Hipno, menyoroti pandangan ini.

Menurutnya, jika seseorang menyuruh untuk menutup cakra, sebaiknya tidaklah segera percaya. Baginya, cakra adalah simbol energi yang kompleks.

"Bagaimana seseorang bisa tahu apakah cakranya tertutup atau terbuka? Yang paling tahu adalah individu itu sendiri," paparnya.

Mangku Hipno juga menegaskan bahwa ketika seseorang merasa tidak bahagia, tenang, atau nyaman, cakranya mungkin memang perlu diperhatikan.

"Tanda-tanda ketidaknyamanan itu bisa kita lihat dari perilaku seseorang," tambahnya.

Pentingnya menjaga keseimbangan cakra, menurut Guru Mangku Hipno, dapat dilakukan secara alami dengan menjaga pikiran, perasaan, dan tindakan kita.

"Kunci utamanya adalah hidup dalam kebenaran, kesucian, dan keindahan," katanya.

Selain itu, bersyukur dan berdoa juga dianggap penting. "Ketika kita menerima sesuatu, kita harus bersyukur. Dan ketika kita merasa kurang, kita harus memohon," lanjutnya.

Guru Mangku juga memberikan perumpamaan yang menarik, menggambarkan manusia seperti timbangan.

"Kita harus mempertimbangkan seberapa banyak 'M' positif dan 'M' negatif yang kita miliki," katanya.

"Orang yang memiliki 'M' positif yang banyak adalah orang yang bijak dan bersyukur, sementara 'M' negatif menunjukkan perilaku buruk seperti berbohong atau mencaci-maki," tegasnya.

Dengan demikian, menjaga keseimbangan cakra dan perilaku positif tampaknya menjadi kunci untuk hidup yang seimbang dan bermakna menurut pandangan Guru Mangku.

Tanda Cakra Tidak Aktif:

Cakra di area leher ke atas meredup saat tidak merasa senang. Cakra di area leher hingga pusar meredup saat kehilangan ketenangan.

Baca Juga: 8 Tips Menghadapi Fenomena Ngiring bagi Umat Hindu di Bali dari Guru Mangku Hipno

Dan, sebagian besar cakra dari ujung kepala hingga ujung kaki tidak berfungsi dengan baik saat kehilangan rasa nyaman. Hal ini terlihat dari sikap dan tingkah laku orang tersebut.

Membersihkan Cakra Secara Alami:

Kesimpulan:

Cakra tidak perlu ditutup. Kita bisa menjaga dan membersihkan cakra dengan cara-cara alami seperti di atas. ***

Editor : I Putu Suyatra
#Guru Mangku Hipno #Cakra