DENPASAR, BALI EXPRESS - Pura Jempayah di Denpasar, Bali, tak hanya menyimpan jejak sejarah, tetapi juga cerita mistis yang menarik.
Pura yang terletak di tengah sawah ini dulunya menjadi tempat perburuan jangkrik favorit.
Lokasinya di sebelah barat lapangan Renon, Denpasar, Bali.
Konon, seorang Anak Agung dari Sanur menemukan jangkrik sakti di pura ini dan menjadikannya jagoan tajen yang tak terkalahkan.
Tajen Jangkrik dan Keberuntungan
Di masa lampau, tajen jangkrik sangat populer di kalangan masyarakat, sebelum tajen ayam menjadi lebih terkenal.
Baca Juga: Pura Jempayah: Saksi Bisu Perjalanan Ida Dalem Waturenggong di Bali dan Sejarah Desa Yangbatu
Banyak orang dari berbagai kalangan menyukai permainan ini. Tajen jangkrik dianggap sebagai ajang adu keberuntungan dan kehebatan jangkrik yang dimiliki.
Kisah Mistis Jangkrik Sakti
Suatu malam, seorang Anak Agung dari Sanur berburu jangkrik di Subak Jempayah. Di tengah pencariannya, ia mendengar suara jangkrik yang mengarahnya ke Pura Jempayah. Di sana, ia yakin bahwa jangkrik yang dicarinya berada.
Namun, saat ia mendekati sumber suara, suara jangkrik tiba-tiba hilang. Ketika ia hendak pergi, suara jangkrik kembali terdengar.
Kejadian ini berulang beberapa kali, membuat Anak Agung Sanur merasa dikerjai.
Nazar dan Jangkrik Tak Terkalahkan
Jengkel dengan situasi ini, Anak Agung Sanur bernazar bahwa jika ia menemukan jangkrik tersebut, ia akan menghaturkan sebuah palinggih di pura.
Tak lama kemudian, ia akhirnya menemukan jangkrik sakti itu.
Beberapa hari setelahnya, Anak Agung Sanur menepati janjinya dan menghaturkan palinggih di Pura Jempayah.
Hebatnya, jangkrik sakti tersebut tak terkalahkan dalam setiap tajen yang diikutinya. Kehebatan jangkrik ini bahkan membuat Raja Denpasar heran, karena jangkriknya sendiri dikalahkan oleh jangkrik milik Anak Agung Sanur.
Pura Jempayah: Situs Bersejarah dan Mistis
Kisah mistis jangkrik sakti ini menambah aura mistis Pura Jempayah yang kini menjadi salah satu situs bersejarah di Denpasar.
Pura ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi mistis dan mempelajari sejarah Bali. ***
Editor : I Putu Suyatra