Pura Kahyangan Jagat Kerti Bhuana: Keindahan Tempat Suci Hindu di Bandar Lampung
I Putu Mardika• Senin, 22 April 2024 | 21:31 WIB
Pura Way Lunik di Bandar Lampung
BALI EXPRESS - Pura Kerti Bhuana yang terletak di Dusun Way Lunik, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung. Pura ini menjadi tempat ibadah bagi hampir satu juta umat Hindu yang tinggal di Provinsi Lampung.
Pura Kerti Bhuana, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pura Way Lunik, terletak di atas perbukitan dengan ketinggian mencapai 120 meter di atas permukaan laut.
Lokasinya berada di pinggir Jalan Bypass Soekarno-Hatta, sehingga mudah diakses melalui berbagai moda transportasi.
Dari pinggir jalan, kehadiran tempat suci umat Hindu terbesar di Lampung ini sudah terlihat jelas.
Arsitekturnya sangat kental dengan nuansa Bali, mulai dari candi bentar, jejeran pelinggih, hingga bangunan bale kulkul yang menjulang tinggi di depan pura.
Suasana ini seolah membawa kita langsung ke Pulau Dewata.
Pura ini diempon oleh 475 kepala keluarga yang tersebar di empat banjar wilayah Kota Bandar Lampung, yaitu Banjar Bhuana Santi (200 KK), Banjar Tengah (90 KK), Banjar Satriya (150 KK), dan Banjar Satya Dharma (35 KK).
Saat memasuki pura, para pengunjung disambut dengan ramah oleh beberapa orang yang siap untuk melaksanakan ngerapuh (memercikkan tirta pebersihan) kepada para pemedek yang datang.
Mereka dengan hangat menyambut ratusan pemedek sambil memberikan kwangen dan bunga.
Pura seluas 5.000 meter persegi ini dibagi menjadi tiga mandala, yaitu nista mandala, madya mandala, dan utama mandala.
Di nista mandala, terdapat bale kulkul setinggi 7 meter.
Sedangkan di madya mandala, terdapat pelinggih Dewa Ganesha sebagai Dewa Penghalang segala rintangan, serta bangunan yang menyerupai wantilan.
Di bagian utama mandala, terdapat beberapa bangunan pelinggih seperti padmasana, pelinggih gedong, bale pelik, panglurah, bale pemiosan, wantilan, dan bale gong.
Menurut tokoh umat Hindu di Provinsi Lampung, I Ketut Subudi, Pura Kahyangan Jagad ini dibangun pada tahun 1970 oleh umat Hindu yang datang dari Bali dan menetap di Lampung. Pembangunan pura ini dilakukan secara swadaya oleh umat Hindu tersebut.
"Pemilihan lokasi yang tinggi untuk membangun pura ini didasarkan pada konsep nyegara gunung," ungkapnya.
Lokasi Pura Kerti Bhuana yang terisolir pada awalnya memberikan vibrasi kesucian yang kuat, sehingga dipilih sebagai lokasi pembangunan pura.
Pura Kerti Bhuana adalah salah satu dari 500 pura yang ada di Provinsi Lampung.
Jumlah pura tersebut sejalan dengan jumlah umat Hindu di Lampung, yang hingga tahun 2017 mencapai satu juta orang yang tersebar di 15 kabupaten.
Mayoritas umat Hindu di Lampung berasal dari Bali.
Pura Kerti Bhuana selalu ramai dikunjungi, terutama saat pujawali yang digelar setiap Saniscara Kliwon Wuku Kuningan atau Hari Raya Kuningan.
Pada hari pujawali tersebut, diperkirakan sekitar 200 ribu pemedek mengunjungi pura ini.
Berdasarkan keputusan Loka Sabha pertama, Pura Kahyangan Jagat Kerti Bhuwana memiliki status sebagai Pura Propinsi yang merupakan pusat bagi umat Hindu di Provinsi Lampung.
Pura ini dianggap sebagai Besakih-nya Lampung dan menjadi tempat bersemayam bagi Brahma, Wisnu, dan Iswara.
Pemerintah Provinsi Lampung sangat memperhatikan keberadaan Pura Kerti Bhuana.
Bahkan, pada tahun 2015, Pemprov Lampung memberikan dana untuk kegiatan pemugaran pura.
Saat melaksanakan upacara adat, Pemprov Lampung juga aktif berpartisipasi, seperti yang terjadi pada upacara ngenteg linggih yang dihadiri oleh Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo pada tahun yang sama. ***