Pura Kebo Edan, Jejak Aliran Tantrayana bagi Hindu Bali Sejak Abad ke-13: Sejarah dan Fakta Menarik
I Putu Mardika• Rabu, 1 Mei 2024 | 14:56 WIB
Arca di Pura Kebo Edan Pejeng, Gianyar, Bali.
GIANYAR, BALI EXPRESS - Pura Kebo Edan, pura Hindu yang unik di Desa Pejeng, Gianyar, menjadi bukti sejarah keberadaan ajaran Tantrayana di Bali. Dibangun pada abad ke-13 Masehi, pura ini menyimpan pesona sejarah dan spiritual yang menarik untuk ditelusuri.
Berdiri megah sejak abad ke-13 Masehi, sekitar tahun 1284, Pura Kebo Edan mengambil nama dari sepasang arca utama yang menggambarkan kerbau, menyimpan cerita sejarah yang memukau.
Menurut Jro Mangku Putu Duaja, 64, pemangku Pura Kebo Edan, keberadaan pura ini erat kaitannya dengan Kerajaan Singosari pada masa pemerintahan Raja Kertanegara.
"Pada era tersebut, politik luar negeri Raja Kertanegara mencakup ekspansi ke arah barat hingga daerah Melayu di Sumatera dan ke timur, termasuk Bali," ungkapnya.
Dokumen sejarah mencatat serangan Kertanegara terhadap Bali pada tahun 1284, yang menyebabkan penawanannya.
Catatan tersebut terdokumentasi dalam kitab Negarakertagama, menggambarkan peristiwa penting dalam sejarah pulau tersebut.
Kertanegara, yang mengaku sebagai pengikut Tantrayana dengan mengidentifikasi dirinya sebagai Bhairawa, merupakan tokoh sentral dalam peristiwa tersebut.
Prasasti dari tahun caka 1218 dan 1222 mengungkap keberadaan "raja patih" seperti Kebo Parud, yang merupakan bagian dari struktur pemerintahan Singosari yang turut memengaruhi Bali.
“Sebagai seorang raja patih, beliau mengeluarkan sebuah prasasti, prasasti pertama dari Patih Kebo Parud yaitu membahas permasalahan desa Kedisan yang berangka tahun Caka 1218," ungkapnya.
"Dalam prasasti tersebut Kebo Parud dikenal sebagai “Mwang Ida Raja Patih I mekakosir Kebo Parud” jelasnya.
Menurut Jro Mangku Putu Duaja, prasasti-prasasti tersebut mencerminkan peran Kebo Parud sebagai utusan Kerajaan Singosari di Bali.
Dalam hal ini, Pura Kebo Edan menjadi sebuah monumen penting bagi praktik Tantrayana yang dipegang teguh oleh tokoh-tokoh seperti Kebo Parud.
Arca-arca yang menghiasi pura ini dengan ciri khas Bhairawa, menandakan bahwa Pura Kebo Edan tidak hanya menjadi tempat ibadah.
Tetapi juga sebuah penghormatan terhadap warisan sejarah dan kepercayaan yang mendalam.
Sejarah dan Keunikan Pura Kebo Edan:
Dibangun pada abad ke-13 Masehi atau sekitar tahun 1284.
Dinamakan sesuai dengan sepasang arca kerbau yang menjadi arca utama pura.
Berkaitan erat dengan Kerajaan Singosari dan Rajanya, Kertanegara, yang menganut Tantrayana.
Didirikan oleh Kebo Parud, Patih Kerajaan Singosari yang ditugaskan di Bali.
Menjadi bukti pengaruh ajaran Tantrayana di Bali melalui arca-arca Bhairawa.
Pura Kebo Edan dibangun untuk melaksanakan upacara kepercayaan Tantrayana Kebo Parud.
Fakta Menarik Pura Kebo Edan:
Memuat prasasti tahun 1218 dan 1222 yang menyebutkan nama Patih Kebo Parud.
Keunikan pura ini terletak pada corak Jawa yang terlihat pada nama-nama dan pangkat mantra.
Arca-arca Bhairawa menjadi ciri khas aliran Tantrayana yang dianut Kebo Parud.
Pura Kebo Edan menjadi saksi sejarah penyebaran ajaran Tantrayana di Bali.