Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

JARANG DIKETAHUI! Rekomendasi 5 Tempat Memohon Jodoh bagi Para Jomblo di Bali: Lengkap dengan Doa yang Dipanjatkan

I Putu Suyatra • Jumat, 10 Mei 2024 | 18:12 WIB
Pura Tap Sai di Dusun Puragai, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali
Pura Tap Sai di Dusun Puragai, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali

BALI EXPRESS - Hidup manusia tidak terlepas dari tiga hal yang tidak dapat diprediksi, yaitu rezeki, jodoh, dan kematian. Ketiga hal tersebut adalah rahasia Tuhan yang tidak dapat ditebak oleh manusia.

Umat Hindu di Bali memiliki berbagai cara untuk mendapatkan hal-hal yang baik terkait dengan ketiga hal tersebut. Salah satu caranya adalah dengan berdoa dan berusaha.

Berdoa dan berusaha di Bali dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan memanjatkan doa dan melukat di tempat-tempat tertentu yang diyakini mampu mewujudkan keinginan pemohon.

Keyakinan ini juga dibuktikan dengan keberhasilan banyak orang setelah menjalani proses tersebut.

Namun, perlu diingat bahwa semua kembali kepada keyakinan dan anugrah dari Tuhan.

Bagi para jomblo yang ingin mendapatkan jodoh di Bali, berikut beberapa rekomendasi tempat untuk memohon jodoh, beserta doa atau mantra yang dapat dirapalkan:

1.  Malukat di Pasraman Ida Lingsir, Solusi Penyakit Niskala dan Medis

Pasraman Ida Lingsir, yang terletak di Jalan Narakesuma Gang VII No 3, Tanjung Bungkak, Denpasar, Bali
Pasraman Ida Lingsir, yang terletak di Jalan Narakesuma Gang VII No 3, Tanjung Bungkak, Denpasar, Bali

Pasraman Ida Lingsir, yang terletak di Jalan Narakesuma Gang VII No 3, Tanjung Bungkak, Denpasar, Bali, menjadi tujuan bagi banyak orang yang ingin menyembuhkan penyakit niskala maupun medis.

Menurut Ida Lingsir, malukat di pasraman ini dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit, baik yang bersifat niskala maupun medis.

"Kami menerima pamedek yang datang dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari stroke, kesulitan memiliki anak, hingga masalah jodoh," ujar Ida Lingsir.

Lebih lanjut, Ida Lingsir menjelaskan bahwa beberapa pamedek datang karena merasa frustasi dengan kondisi jomblo dalam waktu yang lama.

"Ada yang datang karena merasa frustasi dengan kondisi jomblo yang sudah cukup lama. Setelah melakukan malukat, ternyata ada aliran jodoh yang sengaja tertutup karena dendam pribadi," tambahnya.

Bagi yang ingin melakukan malukat di Pasraman Ida Lingsir, disarankan untuk membawa Pajati dan canang sari.

"Pajati dibawa untuk memohon izin dan berkah kepada Ida Bhatara Lingsir Mpu Gni Jaya, yang menjadi penyembuh dalam proses malukat. Bawaan lain seperti canang sari, bisa disiapkan jika pamedek sudah pernah melakukan malukat sebelumnya," papar Ida Lingsir.

Ia menegaskan bahwa siapa pun boleh datang melakukan malukat, tidak terbatas hanya pada orang Hindu atau orang Bali.

"Kami menerima pamedek dari berbagai latar belakang agama dan budaya. Bahkan, ada juga yang datang dari kalangan sulinggih. Ida Bhatara menerima siapa pun yang datang dengan tulus," pungkasnya.

2.  Pura Kawan Umbalan, Bangli: Tempat Pujawali dan Nunas Taksu yang Ditunggu Para Jomblo

Pura Kawan Umbalan di Bangli, Bali menjadi tempat yang banyak didatangi orang untuk memohon berkah
Pura Kawan Umbalan di Bangli, Bali menjadi tempat yang banyak didatangi orang untuk memohon berkah

Pura Kawan Umbalan di Bangli, Bali menjadi tempat yang banyak didatangi orang untuk memohon berkah dan petunjuk agar tujuannya bisa tercapai. Di samping itu, Pujawali di pura ini juga dinanti-nanti oleh para jomblo.

Apa yang sebenarnya terjadi di pura unik ini?

Pura Kawan Umbalan, yang terletak di Banjar Umbalan, Desa Umbalan, Tembuku, Bangli, memang berbeda dari pura-pura lainnya.

Biasanya, pura memiliki beberapa palinggih dan piasan sebagai stana linggih Ida Bhatara. Namun, Pura Kawan hanya memiliki dua palinggih kecil dan sebuah gerbang berbentuk gapura.

Menurut Tokoh Desa Pakraman Umbalan, I Wayan Tekek, dua palinggih tersebut adalah Linggih Ida Bhatara Bhujangga dan Dewi Gayatri, yang dipercaya memiliki kekuasaan yang sejajar.

Pura Kawan merupakan salah satu pura yang masuk dalam Pura Kahyangan Desa.

Pura Kawan memiliki aturan khusus, hanya boleh dimasuki oleh mereka yang masih perawan dan perjaka saat Pujawali.

"Aturan ini telah diterapkan secara turun temurun sejak berabad-abad yang lalu," jelas I Wayan Tekek.

Mereka yang dimaksud sebagai "masih suci" adalah gadis dan remaja laki-laki yang belum menikah atau belum pernah melakukan hubungan seksual.

Pujawali dipimpin oleh seorang pemangku yang dipilih secara khusus. Pengayah saat Pujawali adalah mereka yang benar-benar perjaka maupun perawan.

Upacara Pujawali Pura Kawan Umbalan yang jatuh setiap Anggara Kasih Julungwangi, sangat dinanti oleh warga desa, terutama bagi mereka yang tidak memiliki kekasih.

"Meskipun tidak boleh memasuki area pura, bagi mereka yang jomblo biasanya akan sangat menantikan ketika upacara Pujawali. Mereka akan nunas taksu pada Ida Bhatara Gayatri agar terlihat tampan dan cantik," ungkap I Wayan Tekek.

Caranya, dengan menitipkan banten kepada mereka yang diperbolehkan masuk, lalu melakukan persembahyangan dari luar area pura.

Lungsurannya dianggap berkah, sedangkan sampiannya disimpan sebagai sarana taksu.

Pada hari-hari biasa, mereka yang sudah menikah boleh memasuki area pura, baik untuk sembahyang biasa maupun nunas taksu.

Jadi, bagi mereka yang ingin memohon taksu agar selalu terlihat cantik, tampan, dan bijaksana, Pura Kawan Desa Umbalan adalah tempat yang tepat.

"Ida Bhatara Gayatri dikenal sangat murah hati. Beliau berwujud wanita cantik nan rupawan di pagi hari dan wanita tua yang penuh perhiasan di malam hari. Beliau selalu memberikan taksu bagi mereka yang ingin terlihat cantik dan tampan lewat aura yang terpancar," tambahnya.

3.  Pangayengan Ida Ratu Niang Sakti: Petilasan Mistis Pembawa Jodoh dan Rejeki di Denpasar

Pangayengan Ida Ratu Niang Sakti  terletak di Jalan Kumbakarna, Dauh Puri Kaja, tepatnya di sebelah barat jembatan Pasar Wangaya, Denpasar, Bali
Pangayengan Ida Ratu Niang Sakti terletak di Jalan Kumbakarna, Dauh Puri Kaja, tepatnya di sebelah barat jembatan Pasar Wangaya, Denpasar, Bali

Di tengah keramaian Kota Denpasar, terdapat sebuah petilasan unik bernama Pangayengan Ida Ratu Niang Sakti.

Terletak di Jalan Kumbakarna, Dauh Puri Kaja, tepatnya di sebelah barat jembatan Pasar Wangaya, Denpasar, Bali, petilasan ini menarik perhatian banyak peziarah yang ingin memohon berbagai hajat, terutama jodoh dan rejeki.

Pesona Mistis dan Keunikan Pangayengan

Pangayengan Ida Ratu Niang Sakti berbentuk patung seorang pandita istri (pendeta wanita) yang memancarkan aura mistis. Konon, Ida Ratu Niang sering "malancaran" (berjalan-jalan) di sekitar lokasi ini dan memberikan bantuan kepada para pemedek yang tulus dan berhati suci.

Manfaat Berkunjung ke Pangayengan Ida Ratu Niang Sakti

Banyak pemedek yang datang ke Pangayengan Ida Ratu Niang Sakti dengan berbagai tujuan, seperti:

Tips Berkunjung ke Pangayengan Ida Ratu Niang Sakti

4.  Melukat di Pura Tirta Sudhamala, Buleleng: Temukan Pembersihan Diri dan Kejernihan Spiritual

Pura Tirta Sudhamala di Desa Pakraman Banyuasri, Buleleng, Bali.
Pura Tirta Sudhamala di Desa Pakraman Banyuasri, Buleleng, Bali.

Bagi pencari spiritual yang ingin melakukan ritual melukat, Pura Tirta Sudhamala di Desa Pakraman Banyuasri, Buleleng, Bali, patut dikunjungi. Pura Hindu Bali ini menawarkan aura suci dan air pancuran yang konon memiliki kekuatan pembersihan diri.

Ritual Melukat untuk Pembersihan Diri

Ritual melukat di Pura Tirta Sudhamala dipercaya dapat membersihkan diri dari aura negatif dan memberikan ketenangan jiwa.

Umat Hindu biasanya datang pada hari-hari suci seperti Purnama, Tilem, dan Kajeng Keliwon. Peralatan melukat seperti Banten Peras Pejati Jangkep dan bunga teratai perlu disiapkan.

Pengalaman Melukat yang Berkesan dan Manfaatnya

Banyak pemedek yang datang ke Pura Tirta Sudhamala untuk melukat, dari berbagai kalangan dan agama.

Banyak pula yang mendapatkan manfaat seperti keturunan, jodoh, kesembuhan, dan kesehatan. Tirta Sudhamala juga digunakan untuk keperluan ritual dan dianggap air suci yang membawa berkah.

Tips Berkunjung:

5.  Pura Tap Sai: Destinasi Spiritual di Bali untuk Memohon Jodoh, Keturunan, dan Keberuntungan

Pura Tap Sai di Dusun Puragai, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali
Pura Tap Sai di Dusun Puragai, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali

Bagi umat Hindu yang mencari tempat spiritual untuk memohon jodoh, keturunan, dan keberuntungan, Pura Tap Sai di Dusun Puragai, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali, patut dikunjungi.

Pura Kahyangan Jagat ini terkenal dengan aura mistisnya dan dipercaya mampu mengabulkan permohonan para peziarah.

Keunikan Pura Tap Sai

Salah satu daya tarik utama Pura Tap Sai adalah Palinggih Lingga Yoni yang dililit akar pohon secara alami. Keberadaan Lingga Yoni ini dipercaya memiliki kekuatan untuk membantu para peziarah dalam berbagai hal, seperti:

Baca Juga: Tirtayatra bagi Umat Hindu Bukan Sekedar Tamasya! Ini Persiapan Wajib yang Harus Diperhatikan

Tiga Dewi Penjaga Pura Tap Sai

Pura Tap Sai diyakini sebagai tempat berstana tiga dewi, yaitu Dewi Saraswati, Dewi Sri, dan Dewi Laksmi (Bhatara Rambut Sedana), yang sering disebut Tri Upa Sedana.

Umat Hindu percaya bahwa dengan memohon ke pura ini akan mendapat anugerah dari ketiga dewi tersebut.

Tips Berkunjung ke Pura Tap Sai

Doa Atau Mantra Memohon Jodoh

Ada tiga aspek yang tidak dapat diprediksi oleh manusia, yaitu rezeki, jodoh, dan kematian. Ketiga hal tersebut merupakan rahasia dari Tuhan.

Umat Hindu di Bali memiliki berbagai cara untuk mendapatkan hal yang baik terkait hal tersebut.

Menurut Jro Pandit dalam kanal YouTube-nya, Jro Pandit Spiritual, seseorang sulit mendapatkan jodoh karena dipengaruhi oleh karma masa lalunya dan juga keturunannya.

Namun, seseorang dapat didekatkan dengan jodohnya dengan merapalkan sebuah doa atau mantra.

Berikut adalah mantra yang dapat dirapalkan untuk memohon agar jodoh segera didekatkan. "Om Yaste’nkuso vasudano bhranindra hiranyayah, tena janiyate jayam mahyam dhehi sacipate."

Artinya, "Pemberian yang baik, besar, dan berharga adalah milikmu. Oh Indra, penguasa, berikanlah seorang istri yang sesuai untukku, yang sedang mencari seorang istri."

Jro Pandit menyarankan agar mantra tersebut diucapkan sesering mungkin sambil menguatkan niat di dalam hati agar jodoh yang diharapkan segera datang.

"Dengan merapalkan mantra ini, saya berdoa agar bagi mereka yang telah lama menjomblo, jodohnya segera datang. Astungkara, Swaha," tambahnya. ***

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#melukat #bali #jodoh #Pangayengan Ida Ratu Niang Sakti #pura tirta sudhamala #Pura Kawan Umbalan #Pura Tap Sai #hindu #Pasraman Ida Lingsir #jomblo #rekomendasi