Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Rekomendasi Tempat Melukat di Bali: Untuk yang Sering Mimpi Buruk dan Susah Tidur, Suasana dan Keindahannya Jangan Ditanya

Putu Agus Adegrantika • Sabtu, 11 Mei 2024 | 01:11 WIB

Pura Mengening di Desa Pakraman Saraseda, Tampaksiring, Gianyar, Bali
Pura Mengening di Desa Pakraman Saraseda, Tampaksiring, Gianyar, Bali

GIANYAR, BALI EXPRESS - Pura Mengening di Desa Pakraman Saraseda, Tampaksiring, Gianyar, Bali, menawarkan sebuah pengalaman spiritual yang unik dan penuh makna. Khususnya bagi umat Hindu Bal. Ini juga menjadi salah satu rekomendasi untuk yang susah tidur dan sering mimpi buruk.

Keunikan utama pura ini terletak pada sepuluh klebutan atau sumber mata air sucinya yang masing-masing memiliki fungsi dan namanya tersendiri.

Menurut Tokoh Desa Pakraman Saraseda, Tampaksiring, I Nyoman Weda, Pura Mengening memiliki sepuluh klebutan atau sumber mata air, masing-masing dijadikan satu pancuran.

Baca Juga: 3 Tempat Melukat di Bali dengan Keajaiban yang Sulit Dipercaya: Dari Lumpuh, Ditolak RS, hingga Berobat ke Luar Negeri

Setiap klebutan memiliki nama dan fungsi tersendiri yang sering digunakan oleh masyarakat setempat untuk pelengkap prosesi upacara yadnya, bahkan untuk kegiatan peningkatan spiritual seperti meditasi.

Weda menjelaskan bahwa Pura Mengening sudah berdiri sejak kerajaan Warmadewa yang ketiga, dengan Ida Sang Hyang Sudamala, Sang Hyang di Pura Tirta Empul, dan sebagai Perhyangan Sang Hyang Indra.

Berdirinya pura ini masih ada kaitannya dengan Pura Tirta Empul yang menyebabkan ada kemiripan pada penggunaan sumber mata airnya.

Tirta yang digunakan untuk upacara tidak perlu dipasupati lagi setelah nunas dengan sarana banten, karena sudah dianggap suci sesuai dengan nama pura tersebut.

Namun, jika tirta itu diupacarai lagi oleh sulinggih atau pinandita, akan menyebabkan surutnya sumber mata air terdekat pelaksanaan upacara tersebut.

"Untuk malukat, harus menggunakan kamben atau pakaian adat madya, dan sarana bisa berupa canang atau pajati," ungkapnya.

Mengenai nama pura, Weda mengatakan arti Mengening adalah air yang jernih.

Di dalam areal pura terdapat sepuluh klebutan yang dijadikan pancuran dari wilayah paling atas sampai paling bawah, bahkan air klebutan tersebut mengalir ke irigasi persawahan di hilir Pura Mengening.

Ada beberapa jenis tirta dengan fungsi yang berbeda, seperti tirta keris yang digunakan untuk pasupati semua senjata, tirta gelung untuk kewibawaan seseorang, dan tirta sudamala sebagai penglebur mimpi buruk.

Pancuran Sudamala, salah satu pancuran di Pura Mengening, diyakini dapat menghilangkan susah tidur.

Pura Mengening tidak memungut biaya, namun jika ingin berdana dipersilahkan, seiklasnya dari pamedek.

Piodalan pura ini jatuh pada Soma Ribek yang dilakukan selama tujuh hari, sedangkan ngusaba hanya dilaksanakan satu tahun sekali, tepatnya pada Purnama Kasa.

Sepuluh Klebutan dengan Beragam Manfaat:

Baca Juga: BOLEH PERCAYA, BOLEH TIDAK! 3 Rekomendasi Tempat Memohon Keturunan di Bali: Ada Pura dan Tempat Melukat

Pengalaman Malukat yang Istimewa:

Informasi Tambahan:

Editor : I Putu Suyatra
#melukat #bali #gianyar #susah tidur #hindu #tampaksiring #mimpi buruk #pura mengening