Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

AJAIBNYA TRADISI HINDU BALI! Tempat Melukat Paling Menakjubkan di Bangli: Meski Pria dan Wanita Sama-sama Tanpa Busana, Tak Pernah Ada Kasus Asusila

I Putu Suyatra • Senin, 13 Mei 2024 | 19:41 WIB

Pura Pasiraman Kasuma Dewi di Banjar Tegal, Bangli, Bali
Pura Pasiraman Kasuma Dewi di Banjar Tegal, Bangli, Bali

BANGLI, BALI EXPRESS - Pura Pasiraman Kasuma Dewi di Banjar Tegal, Bangli, Bali, menawarkan pengalaman spiritual yang unik sekaligus menantang. Pamedek, sebutan bagi umat Hindu Bali yang datang untuk bersembahyang dan ritual khusus, akan dihadapkan dengan tradisi unik saat melakukan melukat, yaitu mandi pembersihan diri.

Uniknya, tradisi melukat di pura ini mengharuskan para pamedek, baik perempuan maupun laki-laki, untuk melakukannya dalam keadaan telanjang bulat.

Pancuran yang digunakan untuk melukat pun tidak memiliki sekat pemisah antara pria dan wanita.

Baca Juga: Kisah Mistis Tempat Melukat di Bali tapi Diminati Jadi Lokasi Foto Prewedding: Pancoran Sudamala dan Candi Tebing serta Pengalaman Mantan Juru Rawat

Lebih menarik lagi, sejauh ini tidak ada tindakan asusila terjadi meski pria dan wanita sama-sama tanpa busana saat melukat. Kok bisa?

Namun, tradisi ini telah diwariskan turun-temurun dan dipatuhi dengan penuh hormat oleh masyarakat setempat.

"Pernah terjadi peristiwa di mana seorang anak SD mandi berpakaian di sumber mata air yang biasa digunakan untuk melukat," ungkapnya.

Baca Juga: Berusia Ratusan Tahun, Pura Beji Suranadi, Salah Satu Rekomendasi Tempat Melukat di Bali

Akibatnya, mata air tersebut tiba-tiba mengering. Kejadian ini dianggap sebagai "kabrebehan" (masalah) dan mendorong diadakannya upacara untuk memohon maaf (guru piduka) di pasiraman tersebut.

Berkat upacara tersebut, air kembali mengalir deras hingga saat ini.

 

Sebagai konsekuensi dari peristiwa tersebut, dibuatlah aturan adat yang melarang beberapa hal saat melukat:

Bagi pelanggar aturan adat, sanksi yang diberikan adalah:

Dijelaskan, bahwa aturan telanjang bulat saat melukat merupakan keharusan.

"Penggunaan kain diperbolehkan hingga di depan pancuran, namun saat akan melukat di pancuran, pakaian harus dilepas," terangnya.

Tradisi melukat pada salah satu tempat di Bali ini bisa dilakukan secara bersama-sama, baik pria maupun wanita.

"Wanita menutup bagian vitalnya dengan tangan dan jongkok di bawah pancuran, sedangkan pria boleh berdiri atau jongkok," jelasnya.

Baca Juga: Pura Luhur Lempuyang di Karangasem: Diyakini Umat Hindu Bali sebagai Stana Dewa Iswara

Ajaibnya, menurut Gusti Mangku Gede, meski sama-sama telanjang bulat baik pria dan wanita, selama proses melukat, tidak pernah terjadi perbuatan asusila.

Hal ini karena ketika memasuki area pasiraman, fokus utama hanya pada proses melukat itu sendiri.

Terdapat tiga pancuran di area pasiraman:

1.  Dua pancuran pasiraman:  Dipercaya dapat membantu awet muda.

2.  Satu pancuran: Dipercaya dapat memperlancar keturunan dan menyembuhkan penyakit kencing batu. Pancuran ini terletak di paling selatan.

Panduan Melukat di Bali: Menyucikan Diri dan Jiwa

Persiapan:

Baca Juga: Paket Melukat Mewah dari Hoshinoya Bali: Hilangkan Stress hingga Mimpi Buruk, Lokasinya di Pura Tirta Empul dan Sebatu Gianyar

Langkah-langkah:

1.  Persembahyangan di Jeroan Pura Pasiraman Kasuma Dewi:

2.  Melukat di Pancuran:

3.  Penyelesaian:

***

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#melukat #bali #keturunan #bangli #hindu #kencing batu #asusila #tradisi #Pura Pasiraman Kasuma Dewi #Ajaib #Awet Muda