Umat Hindu di Batur meyakini jika Pura Jaba Kuta memiliki peran dalam menyelesaikan upacara Dewa Yadnya dan Manusa Yadnya yang diselenggarakan di pura atau di rumah warga.
Jero Gede Batur Duhuran mengungkapkan Orang yang menjadi janbanggul atau tatakan Ida Bhaṭara di Pura Jaba Kuta ini disebut dengan gelar Jero Balian.
“Jabatan ini sangatlah spesifik, karena harus dijabat oleh seorang wanita yang tidak pernah menikah selamanya atau selama hidupnya (nyukla brahmacari),” sebutnya.
Pura Pesanakan keenam, yakni Pura Sampian Wangi.
Pura ini merupakan sthana Ida Ayu Ratu Pangaringgitan, yang dipuja untuk memohon taksu keterampilan atau kerajinan tangan, seperti tenun-menenun, jahit-menjahit, merangkai bunga dan janur, membuat kue, dan sebagainya.
“Jadi agar memiliki kemampuan mejejahitan, bisa nunas taksu disini. Termasuk membuat kue yang digunakan sebagai sarana upacara,” katanya.
Kemudian Pura Pesanakan ketujuh yakni Pura Gunarali. Pura ini merupakan sthana Ida Ratu Ketut Gunarali, yang selalu mendukung semangat untuk maju bagi kaum remaja (truna bunga dan daha bunga).
Pura Pesanakan kedelapan, Pura Padang Sila. Pura ini merupakan tempat masandekan Ida Bhaṭara-Bhaṭari yang terdapat di Pura Ulun Danu Batur.
“Keunikan pura ini adalah, terdapat empat puluh lima palinggih, yang bersifat martiwi, tanpa bahan kayu dan tidak beratap. Palinggih- palinggih ini hanya berupa gundukan tanah ataupun batu,” ungkapnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika