KEAJAIBAN PURA DI BALI! Pohon Majegau dan Legenda Taru Manusa yang Getahnya Mirip Darah Manusia di Pura Batur Sri Murti, Tabanan
I Putu Suyatra• Rabu, 22 Mei 2024 | 14:50 WIB
Pura Batur Sri Murti di Banjar Pemanis, Desa Biaung, Kecamatan Penebel, Tabanan, Bali
TABANAN, BALI EXPRESS – Di areal Utama Mandala, Pura Batur Sri Murti di Banjar Pemanis, Desa Biaung, Kecamatan Penebel, Tabanan, Bali, terdapat dua pohon Majegau berdiameter sekitar 50 sentimeter yang tidak bisa ditebang sembarangan.
Pohon-pohon ini tumbuh di dekat situs Punden Berundak dan memiliki nilai sakral bagi masyarakat Hindu Bali setempat.
Pohon Majegau Disambar Petir
Suatu ketika pohon Majegau tersebut sempat disambar petir sehingga dalam keadaan kering.
Meskipun Balai Arkeologi menyarankan untuk menebang pohon agar tidak merusak situs, Jero Mangku Wetera dan pangempon pura memutuskan untuk tidak menebangnya.
Legenda Taru Manusa
Sebelum ditemukan palinggih pokok Pura Batur Sri Murti, terdapat sebuah pohon yang dikenal sebagai Taru Manusa di Utama Mandala pura tersebut.
Pohon ini dinamakan demikian karena getahnya menyerupai darah manusia, berwarna merah dan berbau anyir.
Menurut legenda, seorang warga pernah mencoba memanjat pohon ini untuk mengambil sebatang kayu.
Saat berada di atas pohon, dia melihat sebuah batu di bawah pohon mengeluarkan asap tebal.
Ketakutan, warga itu turun dan tidak jadi mengambil kayu.
Batu tersebut kemudian dibersihkan dan dijadikan palinggih pokok Pura Batur Sri Murti.
Taru Cenongneng di Timur Pura
Di sebelah Timur Pura Batur Sri Murti, tumbuh pohon yang serupa dengan Taru Manusa, dikenal sebagai Taru Cenongneng.
Pohon ini diyakini sebagai linggih Ida yang berwujud wanita berkulit putih dan berambut panjang.
Kayu pohon ini berwarna putih dan tinggi, menambah keanggunan dan keunikan pura ini.
Kesakralan Pura Batur Sri Murti
Pura Batur Sri Murti dikenal dengan berbagai pohon sakral yang tumbuh di sekitarnya, termasuk Majegau dan Taru Manusa.
Pohon-pohon ini tidak hanya menambah keindahan tetapi juga menyimpan legenda dan kepercayaan yang kuat di kalangan masyarakat setempat.
Kesakralan pohon-pohon ini menambah daya tarik spiritual dan wisata bagi para pengunjung yang datang untuk bersembahyang dan mencari berkah. ***