Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Unik, Pura Tirta Segening Pusat ritual Brahmana di Bali sejak Dulu, Erat dengan Kisah Dang Hyang Nirartha

I Putu Mardika • Jumat, 28 Juni 2024 | 04:48 WIB

Pura Tirta Segening di Banjar Siku, dusun Kacang Dawa, Desa Kamasan, Kabupaten Klungkung, Bali
Pura Tirta Segening di Banjar Siku, dusun Kacang Dawa, Desa Kamasan, Kabupaten Klungkung, Bali
BALIEXPRESS.ID-Pura Tirta Segening yang berlokasi di Banjar Siku, dusun Kacang Dawa, Desa Kamasan, Kabupaten Klungkung, Bali menjadi pusat ritual penting bagi para Brahmana sejak jaman Kerajaan Gelgel.

Keberadaan Pura Tirta Segening memang tidak lepas dari keberadaan Kerajaan Gelgel di kawasan Klungkung.

Jejak peninggalan kekuasaan Kerajaan Gelgel masih menyisakan sebagai bagian dari historis

Hingga kini masih tersimpan berbagai misteri baik yang tersurat dalam purana, cerita rakyat setempat atau bahkan yang tidak ada yang mengetahui asal mulanya.

Konon Pura Tirta Segening ada hubungannya dengan para Sulinggih dan Brahmana di Bali dan Nusantara.

Lain lagi, jika dilihat secara kasat mata lokasi Pura ini memang berada di samping sebuah aliran sungai.

Baca Juga: Banyak Artis Pop Bali Nangkil ke Pura ini, Air untuk melukat Mengandung Belerang, Tempat Memohon Tamba dan Keturunan

Menariknya, pada jaman keemasan Bali dulu, seorang Brahmana Sakti (Ida Bhatara Sakti Ender) telah bertempat tinggal di sini bersama keluarganya.

Siapapun tidak akan menyangka kalau daerah ini pada jaman dulu merupakan pusatnya Brahmana yang ada di Bali dan bahkan yang ada di seluruh Nusantara ini.

Jika dilihat secara seksama, suasana kesucian memang sangat terasa dan ditambah dengan rimbunnya pohon beringin yang berada tepat di atas pura menempel dengan sebuah perbukitan sebelah timurnya yang merupakan lokasi persawahan. 

Pengempon Pura Tirta Segening, Ida Bagus Mangku menjelasan keberadaan Pura Tirta Segening memang tidak bisa terlepas dari perjalanan suci Dang Hyang Nirartha.

Dikisahkan dari perjalanan Danghyang Nirartha Ida Betara Sakti Wawu Rauh berada di Bali, Ida Bhatara Sakti Wawu Rawuh atau juga dikenal dengan Ida Bhatara Sakti Ender mengadakan sebuah sayembara yang dikhususkan kepada anak-anaknya. 

Dengan tujuan hanya untuk nyentokang (memperlihatkan) kesaktian masing-masing.

Ida Bhatara Sakti Ender menyuruh anak-anaknya untuk meminum air suci yang keluar dari tumbukan tembing. Air yang diminum tersebut tembus keluar dari perutnya atau silitnya.

Ternyata Ida Bhatara telagalah yang mampu untuk melakukan hal tersebut.

Dan kemudian beliau menancapkan teteken yang kemudian mengeluarkan tirta yang sangat jenih  disebut dengan Pura Tirta Sagening.

Singkat cerita yang berhasil yaitu anak ketiganya Brahmana Keniten yang bernama Ida Bhatara Telaga Keniten.

Baca Juga: Lima Mata Air berkhasiat di Pura Suranadi, Jadi tempat memohon Tamba bagi Sakit Non Medis

Yang mana kemudian keturunan beliau menggunakan nama Brahmana Keniten dibelakangnya. 

Disanalah Ida Murwa mabersih menjadi Pendeta, serta membuat Pura dan Melanting tempat persimpangan Betara Melanting atau tempat persimpangan kakaknya bernama Idayu Melanting.

Pura itu di berinama oleh Ida Murwa Pura Tirta Sagening tempat ida mediksa menjadi pendeta, Ida Murwa berganti nama menjadi Pedanda Sakti Telaga.

Sebab Ida menjadi Pendeta tidak ada yang napak karena kepintarannya.

“Dari sanalah di wilayah Banjar Siku sampai sekarang ada Gemblong dan Pura Sagening. Dari cerita ini tersebut se- Brahmana boleh sembahyang di Pura Sagening, di Gemblong, di Pura Ncak, Pura Pulaki, Pura Rambut Siwi, Pura Dasar, Pura Puseh, Pura Dalem Ganda Mayu dan Pura yang lainnya yang ada kaitannya dengan Ida Batara Sakti Rauh Danghyang Nirata,” paparnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#bali #Dang Hyang Nirartha #sulinggih #hindu bali #hindu #pura #Segening #Tirta #brahmana