Pohon ini diyakini sudah ada sejak jaman Kerajaan yang dipimpin oleh Sri Dalem Dukut.
Pohon Kepah ini posisinya berada di areal utamaning mandala Pura Gria Kepah Agung. Pohon Kepah raksasa ini memang terkesan angker dan rimbun.
Dijelaskan I Gusti Made Kertayasa, selaku Pengempon Pura Gria Kepah Agung Nusa Penida pohon Kepah Agung ini memiliki kisah mistis tersendiri.
Cerita mistis ini juga begitu membekas di hatinya sejak kecil.
“Dulu sejak saya kecil pohon ini sudah segini besar dan tingginya. Saat sekolah SMP sering lewat di depan pohon kepah ini bulu kuduk sering berdiri. Orang tua sering bilang, hati-hati lewat di Pohon Kepah karena angker,” kenangngya.
Di pohon taru besar ini ada dulu ada bangunan mirip bale piasan.
Kata Gusti Kertayasa, disana tempat menghukum orang yang melanggar aturan.
Seandainya dia bersalah dan fatal, maka bisa dihukum mati.
“Benar, dulu saat nyengker areal pura bersama pengayah, memang benar ada fondasi segi empat, berukuran seperti piasan. Benar artinya ada bangunan mirip bangunan bale piasan yang difungsikan untuk menghukum orang bersalah,” paparnya.
Kisah mistis lainnya juga dialami oleh Jero Mangku yang ngayah di Pura Gria Kepah Agung. Kala itu jero mangku saat ngerwuwak pura, ia mau ngayah karena pawisik ida Bhatara.
Setelah Jro Mangku memutuskan untuk ngayah, ia juga mendapat pawisik harus melukat ke segara.
Saat melukat, ia melihat ada gumpalan awan putih yang menyelimutinya. Lalu, beberpa menit awan muter ke atas dan mesineb di Pohon Kepuh berukuran raksasa ini.
“Nah disanalah Jro Mangku itu diminta menjadi janbanggul di pura ini,” sebutnya.
Baca Juga: Ini Kisah Kemunculan Keris Pasupati di Pura Siwa Budha dibangun, Bisa Memohon Tamba
Ada juga beberapa remaja pada tengah malam, melihat ada pohon terbakar, dikira puranya terbakar.
Keesokan harinya ia mencoba mengecek ke lokasi, namun tidak melihat ada bekas kebakaran.
“Dan inilah keajaiban. Saya pikir remaja itu jujur apa yang mereka lihat. Semangat tiang main tebal untuk memuju Ida Bhatari Ratu Niang Sakti, apapun yang dicita-citakan berhasil. Bisa melewati berbagai tantangan. Misal menguliahkan anak sampai sarjana,” pungkasnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika