Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Keunikan Teluk Benoa Sebagai Campuhan Agung bagi Umat Hindu di Bali

I Putu Suyatra • Sabtu, 13 Juli 2024 | 02:46 WIB

Teluk Benoa
Teluk Benoa

BALIEXPRESS.ID - Teluk Benoa, di Bali, selain dikenal sebagai situs perjalanan Suci Danghyang Nirartha, juga diakui dalam Keputusan Pesamuhan Sabha Pandita Parisada Hindu Dharma Indonesia sebagai titik temu campuhan Agung.

Tempat ini dikelilingi oleh tempat suci yang bisa dan tidak bisa dilihat dengan mata.

Teluk Benoa dianggap sebagai campuhan agung di mana sungai-sungai bertemu dengan laut yang suci, menciptakan tempat di mana energi niskala berkumpul dan diyakini menjadi tempat persembahan bagi roh suci dan para Hyang/Bhatara/Dewata.

Hal ini terbukti dengan banyaknya puncak (muntig) yang dipercayai sebagai tempat perputaran air di bawah laut, digunakan untuk ritual oleh masyarakat Kelan pada sasih keenem.

Di bagian timur Muntig, terdapat pura di bawah laut yang disebut Pura Karang Tengah atau Pura Karang Suwung, tempat mamulang pekelem (menghanyutkan upacara korban suci).

Meskipun dianggap angker oleh sebagian masyarakat, nelayan, dan nahkoda kapal, tempat ini sangat dihormati karena peran spiritualnya.

Secara keseluruhan, pesisir dan sekitar Teluk Benoa terkait erat dengan kehidupan keagamaan dan keyakinan masyarakat sekitarnya.

Sebagai campuhan Agung, Teluk Benoa dianggap suci dan berfungsi dengan luar biasa.

Selain sebagai tempat upacara agama, ini juga menjadi tempat untuk memohon berkah, keselamatan, serta sumber penghidupan yang telah ada sejak ribuan tahun.

Salah satunya adalah kelompok Nelayan Tanjung Sari, yang sudah turun temurun sejak perjalanan Danghyang Nirartha. 

 
Editor : I Putu Suyatra
#bali #teluk benoa #hindu