Selain itu, para pencinta alam yang hendak mendaki Gunung Agung dari jalur ini biasanya akan matur piuning atau mohon keselamatan di Pura Pengubengan sebelum memulai pendakian.
Pemangku Pura Pengubengan, Jro Mangku Nyoman Artawan mengatakan, Pura Pengubengan merupakan bagian penting dari Pura Besakih, tepatnya di sebelah utara Pura Penataran Agung. Umat Hindu yang nangkil ke Pura Besakih juga bisa melaksanakan persembahyangan di Pura ini.
Pura ini jaraknya sekitar kurang lebih sekitar 1 kilometer dari pura penataran agung.
Di Pura Pengubengan masih terletak di lingkungan Banjar Batu Madeg. Pura ini diempon oleh Pemerintah Kota Denpasar. Saat dilaksanakan pujawali, semua dana berasal dari pemkot Denpasar
Ada sejumlah pelinggih di Pura Pengubengan. Diantaranya Pelinggih Padma, Pelinggih Pengayengan Ida Bhatara Giri Tohlangkir di Gunung Agung, Pelinggih Meru Tumpang 11 sebagai Stana Sang Hyang Naga Taksaka
Ada juga Pelinggih Gedong Penyimpenan Pralingga, Pelinggih Panggungan dan Pelinggih Bale Peselang, Bale Pawedan dan Bale Piasan.
“Di Pura ini yang menjadi pelinggih utama adalah Stana Hyang Naga Taksaka, sebagai penguasa alam atas yang juga menjadi pemberi kemakmuran,” kata Mangku Artawan.
Pujawali yang dilakukan di Pura Pengubengan setiapp enam bulan sekali, tepatnya Buda Cemeng Kelawu.
Selain pujawali dilaksanakan rutin Bumi Sudha pada setiap Tilem Kenem. Dari pura Pengubengan tirta dipundut menuju Pura Watu Klotok, Klungkung.
Sarana yang dibawa oleh umat diantaranya pejati, baik di metu tumpeng dan pelnggih gedong.
“Beliau Hyang Naga Taksaka penguasa Alam Atas. Naga tiga itu termasuk penguasa Bhur Bwah dan Swah,” paparnya
Saat dilaksanakan upacara turun kabeh, umumnya dilaksanakan memohin tirta di pura Sad Kahyangan. Setelah upacara, semua tirta dilebar di Pura Pengubengan, termasuk mejejauman dilaksanakan di pura ini.
“Bisa dilaksanakan prosesi ngubeng di pura ini untuk mejejauman” sebutnya.
Ia menambahkan, keberadaan Ida Bhatara Naga Taksaka memang erat kaitannya dengan Gunung Agung, sebelum upacara dilaksanakan Upacara Purnama Kasa, tiga hari sebelum pujawali dilaksanakan aci di linggih Ida Bhatara Tirta Giri Kusuma.
“Tirta inilah dipendak untuk dipundut digunakan saat upacara saat Purnama Kasa. Karena berkaitan dengan Naga Tiga, yakni Pengubengan, Basukian,” paparnya.
Persembahan dari umat biasanya diharutrkan telor, madu, susu, kepada Sang Hyang Naga Taksaka. Tidak jarang, persembahan tersebut dilungsur karena diyakini sebagai obat bagi mereka yang kondisinya sedang sakit.
Selain itu, pemedek yang hendak melakukan proses pendakian ke Gunung Agung juga disarankan untuk singgah melaksanakan persembahyangan di Pura Pengubengan Besakih.
“Pendaki yang hendak melintas untuk mendaki Gunung Agung disarankan untuk melakukan persembahyangan. Dengan harapannya agar diberikan keselamatan dan kelancaran,” pungkasnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika