BALIEXPRESS.ID - Tidak banyak yang tahu bahwa di balik keindahan dan kekuatan spiritual bangunan suci Hindu di Bali, terdapat rahasia penting yang disebut Orti.
Uparengga ini memainkan peran krusial dalam membuat bangunan menjadi berkharisma dan memiliki taksu.
Orti: Kunci Karisma Bangunan Suci di Bali
Orti adalah salah satu uparengga yang esensial dalam pelaksanaan upakara yadnya di Bali.
Meskipun namanya terdengar asing, Orti memiliki peran yang sangat penting.
Budayawan Kota Denpasar, I Gede Anom Ranuara, menjelaskan bahwa Orti berasal dari kata "arta" yang berarti material.
Material ini bersumber dari kekuatan prakerti (kebendaan) dan purusha (kejiwaan), yang bersama-sama menciptakan kharisma atau taksu dalam budaya Bali.
Mengapa Orti Sangat Penting?
Kharisma yang dihasilkan oleh Orti pada bangunan suci dapat mempengaruhi umat Hindu secara batiniah, meningkatkan keyakinan mereka terhadap keberadaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
"Orti mengandung makna sebagai pemberi taksu atau kharisma kepada sebuah palinggih atau bangunan di Bali. Dari sinilah kepercayaan umat terhadap suatu bangunan akan tumbuh," jelas Anom Ranuara.
Berbagai Jenis Orti dan Maknanya
Ada beberapa jenis Orti yang dikenal di Bali, masing-masing dengan makna filosofis yang mendalam.
Berikut adalah beberapa jenis Orti yang sering digunakan:
-
Orti Bagia: Terbuat dari tangkai bambu dan benang empat warna (putih, merah, hitam, dan kuning). Orti ini melambangkan kebahagiaan dan harmoni dari empat penjuru mata angin.
-
Orti Pulu: Dibuat dari daun lontar tua berbentuk periuk, melambangkan permohonan kehidupan (amerta).
-
Orti Kerang Melok: Berbentuk bulat menyerupai tamiang, melambangkan keteguhan iman.
-
Orti Beringin: Dibentuk menyerupai daun beringin, melambangkan perlindungan dan kecerdasan.
Proses Pembuatan Orti
Orti dibuat dengan teliti menggunakan daun lontar yang sudah tua, dibentuk menjadi beberapa bagian sebelum disatukan menjadi satu kesatuan yang utuh.
Setiap jenis Orti memiliki cara pembuatan yang unik, yang mencerminkan makna dan tujuan penggunaannya dalam upacara yadnya.
Orti dalam Upacara Yadnya
Orti sering digunakan dalam upacara yadnya seperti Mlaspas, di mana Orti diletakkan di ujung atap bangunan palinggih atau di tugeh pada bangunan perumahan.
Selain itu, Orti juga ditemukan dalam pelaksanaan Karya Padudusan baik pada tingkat alit maupun agung.
"Keempat orti ini adalah satu kesatuan yang utuh dan wajib digunakan secara keseluruhan, bukan salah satu, karena hal ini dapat mengurangi makna yang terkandung di dalamnya," tegas Anom Ranuara. ***
Editor : I Putu Suyatra