BALIEXPRESS.ID - Pura Kancing Gumi, yang terletak di Banjar Batu Lantang, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan pura-pura umat Hindu lainnya.
Salah satu keunikannya adalah adanya ritual sujud yang dilakukan oleh umat setelah melaksanakan Panca Sembah.
Makna Ritual Sujud
Menurut Jro Mangku Putu Cinta, pemangku Pura Kancing Gumi, ritual sujud ini memiliki makna yang sangat dalam.
"Selain itu, ritual sujud ini juga untuk memuja dasar Lingga yang ada di dalam tanah yang menurut mitologi, Lingga ini adalah penekek dari Gumi Bali, sehingga patut untuk dipuja," jelasnya.
Sujud dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap Ibu Pertiwi dan sebagai bentuk pemujaan terhadap Lingga Pasupati yang berada di dalam tanah.
Lingga Pasupati ini dipercaya sebagai penekek atau penjaga kekuatan utama Pulau Bali.
"Pemangku senantiasa mengarahkan dan menjelaskan kepada masyarakat untuk melakukan ritual sujud tersebut. Meskipun demikian, hal ini tergantung dari keinginan pemedek," tambahnya.
Struktur Pura yang Unik
Selain ritual sujud, Pura Kancing Gumi juga memiliki struktur yang unik.
Pura ini terletak dalam satu areal dengan Pura Puseh, Pura Desa, dan Pura Penataran Agung.
Di dalam pura terdapat beberapa bangunan penting seperti palinggih utama yang berupa patahan Lingga, gedong sari, catu meres, catu mujung, bale pengaruman, dan padmasana.
"Padmasana ini baru didirikan ketika karya Ngenteg Linggih pada tahun 2009 lalu," ungkap Mangku Cinta.
Pentingnya Pura Kancing Gumi bagi Umat Hindu
Pura Kancing Gumi memiliki peran penting dalam kehidupan spiritual umat Hindu di Bali.
Melalui ritual-ritual yang dilakukan di pura ini, umat Hindu dapat mempererat hubungan dengan Sang Hyang Widhi dan memohon berkah serta keselamatan.
Pura Kancing Gumi adalah salah satu contoh kekayaan budaya dan spiritual masyarakat Bali.
Ritual sujud dan struktur pura yang unik menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat tentang agama dan kepercayaan masyarakat Bali. ***
Editor : I Putu Suyatra