Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Makna Sirawista bagi Umat Hindu Bali: Berikut Cara Membuatnya

Putu Agus Adegrantika • Minggu, 11 Agustus 2024 | 02:49 WIB

Drs. Ketut Pasek Swastika
Drs. Ketut Pasek Swastika

 

BALIEXPRESS.ID - Umat Hindu di Bali pasti sudah akrab atau sering melihat rangkaian alang-alang yang diikatkan di kepala. Itu disebut sirawista, yaitu anyaman alang-alang yang diikat pada kepala.

Tokoh Hindu Bali, Drs. Ketut Pasek Swastika, menjelaskan bahwa sirawista berfungsi sebagai penyeimbang pikiran.

"Sirawista digunakan untuk penyeimbang," kata Swastika saat diwawancarai di Ashram Sari Taman Beji, Canggu, Badung.

Sirawista terbuat dari tiga helai alang-alang yang dirangkai melingkari kepala dan biasanya dipakai saat prosesi pawintenan, seperti upacara samawarthana (mengawali proses belajar) dan upacara majaya-jaya (menyelesaikan proses belajar).

Tiga helai alang-alang ini diikat bersama tiga jenis bunga berwarna putih, merah, dan hijau, yang melambangkan Dewa Brahma, Wisnu, dan Siwa.

Swastika menambahkan bahwa cara mengikat sirawista memiliki simbolisme penting.

Terdiri dari satu tangkai alang-alang ke kanan dan dua tangkai ke kiri, serta satu tangkai yang dibawa ke atas tepat di tengah dahi.

Pengikatan ini melambangkan rwa bhineda, atau dualitas, dan keseimbangan yang dicapai dengan mengarahkan satu tangkai ke atas.

"Ini mirip dengan cara pemangku menggunakan udeng, yaitu gelung sangka," ujar pria asli Jembrana tersebut.

Selain sebagai penyeimbang pikiran, sirawista juga digunakan saat pangruwatan dan panglukatan, serta sebelum prosesi mejaya-jaya yang dipimpin oleh seorang sulinggih.

Pemakaian sirawista dengan cara yang benar tidak hanya mengikuti tradisi, tetapi juga memperkuat simbolisme Tri Murti dalam ritual tersebut.

Menurut Swastika, sirawista berasal dari kata "sirah," yang berarti kepala atau mahkota, dan "wista," yang berarti pengendalian diri untuk mencapai tujuan spiritual.

Dalam kehidupan, keseimbangan dan harmonisasi adalah kunci, dan penggunaan sirawista merupakan salah satu cara untuk mencapainya.

Dengan memahami makna di balik sirawista, masyarakat Bali diharapkan dapat menjalani prosesi persembahyangan dengan lebih dalam, terutama menjelang perayaan Galungan dan Kuningan yang penuh makna ini. *** 

 

 
Editor : I Putu Suyatra
#bali #Sirawista #hindu #tradisi #alang-alang