Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Rahasia di Balik Upacara Otonan Pertama Bayi Hindu Bali: Makna Madagang-dagangan Tidak Melulu Supaya Jadi Pedagang dan Sepuluh Garis Tangan

I Putu Suyatra • Minggu, 25 Agustus 2024 | 15:34 WIB
Ritual medagang-dagangan pada otonan pertama umat Hindu Bali.
Ritual medagang-dagangan pada otonan pertama umat Hindu Bali.

BALIEXPRESS.ID - Dalam tradisi Hindu Bali, upacara Otonan pertama bagi bayi memiliki prosesi unik yang disebut Madagang-dagangan.

Prosesi ini umumnya dilaksanakan di Bale Delod atau Bale Semenggon, dan memiliki makna mendalam yang sering kali tidak diketahui oleh banyak orang.

Upacara Otonan sebaiknya dilakukan di Natar Merajan atau Sanggah, tempat suci keluarga. Mengapa demikian?

Karena bayi yang telah disucikan dianggap layak untuk memasuki Merajan, tempat palinggih Bhatara Hyang Guru berada.

"Bhatara Hyang Guru diyakini sebagai leluhur yang reinkarnasi ke dalam diri bayi, sehingga upacara ini menjadi sangat sakral," kata Ida Pedanda Gde Manara Putra Kekeran.

Madagang-dagangan sendiri adalah simbol permohonan kepada Sang Hyang Widi, agar kelak bayi yang tumbuh dewasa dianugerahi "kawigunan" atau profesi yang sesuai dengan garis takdirnya.

Menurut sastra agama Hindu, setiap manusia yang lahir ke dunia telah memiliki sepuluh wiguna, atau jalur profesi yang telah ditetapkan sejak lahir.

Sepuluh wiguna ini mencakup berbagai profesi yang beragam, seperti Guna Resi (menjadi sulinggih atau brahmana), Guna Wibawa (menjadi pejabat pemerintahan), Guna Balian (menjadi dukun atau dokter), hingga Guna Dagang (menjadi pedagang), dan Guna Pacul (menjadi petani).

Tak hanya itu, wiguna juga mencakup profesi kreatif seperti Guna Sastra (menjadi penulis), Guna Dalang (menjadi dalang), Guna Pragina (menjadi penari atau pelawak), serta keterampilan teknis seperti Guna Sangging (menjadi pematung, pelukis, atau pemahat), dan Guna Tukang (menjadi tukang atau ahli teknik).

Dengan memahami makna mendalam di balik upacara ini, kita dapat melihat bagaimana setiap bayi di Bali dihormati dan dipersiapkan untuk menjalani takdirnya sejak dini.

Upacara Otonan bukan sekadar ritual, tetapi juga wujud penghormatan terhadap perjalanan hidup yang telah ditentukan oleh Sang Hyang Widi.

Dengan penjelasan tersebut, upacara Otonan pertama ini tak hanya menjadi momen penting bagi keluarga, tetapi juga menjadi refleksi mendalam tentang makna hidup dan profesi yang telah ditentukan sejak lahir. *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #Otonan #Ida Pedanda Gde Manara Putra Kekeran #bayi #hindu #tradisi