Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Misteri Penyembuhan Sakral di Beji Pura Taman Sari: Sumber Kesehatan dan Spiritual Hindu Bali yang Tak Terduga

I Putu Suyatra • Senin, 16 September 2024 | 14:07 WIB
Beji Pura Taman Sari yang terletak di Banjar Muluk Babi, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali.
Beji Pura Taman Sari yang terletak di Banjar Muluk Babi, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali.

BALIEXPRESS.ID - Beji, sebuah permandian sakral yang dipercaya sebagai tempat suci bagi Ida Bhatara atau dewa-dewi Hindu di Bali, menyimpan kisah-kisah mistis yang mengundang rasa penasaran.

Salah satu yang paling dikeramatkan adalah Beji Pura Taman Sari yang terletak di Banjar Muluk Babi, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali.

Namun, Beji ini bukan hanya sakral karena peranannya sebagai tempat mandi Ida Bhatara.

Lebih dari itu, air yang mengalir di Beji Pura Taman Sari juga diyakini memiliki kekuatan penyembuhan luar biasa, terutama untuk penyakit mata dan kulit.

Apakah ini hanya mitos atau ada kekuatan lain yang tersembunyi?

Sumber Air Ajaib dari Tanah Wuk

Menurut Jro Mangku Istri Pura Taman Sari, Beji ini merupakan bagian penting dari Pura Taman Sari yang lokasinya bersebelahan dengan objek wisata Sangeh, persis di baratnya.

Menariknya, air yang mengalir di Beji ini ternyata berasal dari Tanah Wuk, sebuah kawasan misterius yang terletak di utara pura.

Untuk mencapai Beji, pengunjung harus melewati jalan setapak sepanjang 30 meter, dikelilingi oleh hutan yang menambah aura mistis tempat tersebut.

Masyarakat Bali seringkali datang ke tempat ini, terutama saat Banyu Pinaruh, hari yang diyakini penuh berkah, sehari setelah Hari Saraswati.

Proses Penyucian yang Sarat Makna

Proses malukat atau penyucian diri di Beji ini tidak sembarangan. Sebelum menjalani ritual, umat Hindu yang hendak malukat akan meminta arahan dari Jro Mangku, dengan saranan pejati sebagai persembahan.

Mereka diminta mandi di pancuran yang terletak di dekat Beji, sebelum kemudian sembahyang dan memohon berkah dari Ida Bhatara Wisnu dan Bhatari Gangga di depan palinggih Beji.

Yang lebih menarik, Beji ini juga kerap dikunjungi oleh mereka yang ingin nunas tamba atau memohon kesembuhan.

Penyakit mata, yang biasanya tidak dianjurkan terkena air dingin, justru disarankan untuk dicuci di pancuran ini.

Begitu pula dengan penyakit kulit seperti cacar dan bisul, dipercaya dapat sembuh setelah dibasuh dengan air Beji yang hanya tersedia di pancuran satu-satunya tersebut.

Pengalaman Penyembuhan Ajaib

Jro Mangku Lanang, atau I Made Guden, yang sudah berusia 85 tahun, mengungkapkan bahwa banyak masyarakat yang sembuh setelah menjalani pengobatan di Beji ini.

Salah satu kisah yang menghebohkan adalah seorang warga yang wajahnya penuh bisul dan bernanah, namun sembuh total setelah berobat di Beji.

Kisah-kisah ini semakin memperkuat kepercayaan bahwa Beji Pura Taman Sari bukan sekadar tempat suci, tetapi juga memiliki kekuatan penyembuhan yang tak terjelaskan.

Pantangan dan Petuah untuk yang Ingin Berobat

Meski demikian, ada beberapa petunjuk yang harus diikuti bagi mereka yang ingin mohon kesembuhan di Beji.

Jro Mangku menganjurkan untuk berpantang makan daging berkaki empat hingga penyakit benar-benar sembuh.

Selain itu, sama seperti di tempat suci lainnya, umat yang sedang cuntaka, seperti haid atau ada anggota keluarga yang meninggal, diimbau untuk tidak datang ke Beji.

Sebuah Warisan Spiritual yang Terus Hidup

Beji Pura Taman Sari bukan hanya tempat permandian sakral, melainkan juga pusat spiritual dan kesehatan yang masih menyimpan banyak misteri.

Kepercayaan yang diwariskan turun-temurun tentang kekuatan air Beji ini terus menarik minat masyarakat dari berbagai daerah.

Mereka datang dengan harapan besar akan kesembuhan, membawa kisah-kisah ajaib yang memperkuat keajaiban Beji ini. ***

 

Editor : I Putu Suyatra
#tamba #abiansemal #malukat #sangeh #badung #Beji Pura Taman Sari