BALIEXPRESS.ID - Langkah kaki juga menjadi tolok ukur bagi para dukun untuk mengetahui apakah pasien bisa disembuhkan atau tidak.
Menurut penyembuh Jro Gede Yudhi Suryawan, ketentuan ini ditulis dalam lontar Dharmaning Usada, yang menjadi tuntunan para dukun yang mempelajari ilmu batin.
Bila pasien masuk dengan langkah kaki kanan, besar kemungkinan penyakitnya bisa disembuhkan.
Sebaliknya yang mengawali dengan kaki kiri masuk ke rumah sang dukun, sakitnya tidak akan sembuh bahkan ajal siap menjemputnya.
Terlebih bila si sakit menginjakkan kaki kiri sambil menggaruk bagian ubun-ubun, dapat dipastikan bahwa penyakit yang diderita tidak akan sembuh bahkan makin parah.
Bila si pasien datang dengan kaki kanan sambil memegang dada, sakit yang diderita akan segera sembuh dan tak kambuh-kambuh lagi.
Inilah yang menjadi pegangan para dukun usada (pengobatan), untuk mengetahui apakah pasien bisa ditolong atau tidak.
Bagi wanita, ketentuan langkah kaki saat mengawali bepergian, sangat penting diketahui. Sebab wanita memiliki daya tahan tubuh yang sangat lemah.
Ia lebih mudah terserang hawa negative ketimbang laki-laki. Dengan langkah kaki kiri lebih dulu, ia lebih mudah terserang sengkala dan penyakit magis.
Sedangkan mengawali dengan langkah kaki kanan, bisa menstabilkan energi laki-laki yang berupaya menarik lawan jenisnya.
Bagi wanita yang sering mengawali langkah kakinya dengan kaki kanan saat berada di kantor, menurut Yudhi, ia akan selalu mendapat jabatan atau kedudukan yang baik.
Pekerjaan kantor akan dengan mudah diselesaikan, hambatan dari Chi negative akan lebih mudah diatasi karena api suci pinggala membakar dan menetralisir segala bentuk energi negative.
Editor : Nyoman Suarna