BALIEXPRESS.ID - Rangkaian Hari Suci Galungan dan Kuningan terdapat hari Penyajaan Galungan dilaksanakan dua hari sebelum Galungan. Tepatnya pada pada Galungan kali ini hari Soma Pon wuku Dunggulan atau Senin, (23/9).
Jero Mangku Dalang Pasek Denpasar, I Wayan Gunawan, menjelaskan secara filosofi Penyajaan berasal dari kata saja yang berarti sungguh-sungguh.
“Sehingga hari ini seseorang meningkatkan atau memperkuat kesungguhannnya. Pada hari ini, umat Hindu mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun spiritual, untuk menyambut hari kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (kejahatan),” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, diungkapkan juga persiapan secara ritual, pada hari penyajaan serana upakara yadnya yang disiapkan janur, selepan, tangkih, raka - raka, tumpeng dan pembuatan jaja uli yang akan dipersembahkan pada hari Suci Galungan
Persiapan secara sepritual pada hari penyajaan umat Hindu telah mampu mengatasi godaan Sang Kala Tiga dengan mempertahankan keheningan dan pikiran akibat berhasil melaksanakan tapa, brata, yoga, samadhi, atau ayekung jnana.
Dalam lontar Sundarigama disebutkan, Soma pon wahiyaning wang angomong yoga semadi yata pituhu-tuhun nyumade, sad gana lawan betara, yata sinambat penyajaan dening loka.
“Artinya Soma Pon (Wuku Dunggulan) dianggap sebagai hari baik untuk melakukan prosesi yoga samadhi, dengan memusatkan pikiran kepada para Bhatara,” paparnya.
Mengetahui dari isi lontar Sundarigama, sesungguhnya hari penyajaan, menjaga keheningan pikiran, hati dan Pengendalian hawa nafsu.
“Termasuk memohon perlindungan kepada Hyang Ista Dewata agar diberikan kekuatan dalam menghadapi godaan-godaan negative,” pungkas Jero Mangku I Wayan Gunawan. ***
Editor : Putu Agus Adegrantika