Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Keunikan Hindu Bali di Pura Tirta Celempung: Tempat Malukat Tersembunyi, Debit Air Lawan Musim yang Dipercaya Sembuhkan Penyakit

I Putu Suyatra • Rabu, 9 Oktober 2024 | 13:16 WIB
Pura Tirta Celempung di Desa Adat Besang Kawan Tohjiwa, Klungkung, Bali.
Pura Tirta Celempung di Desa Adat Besang Kawan Tohjiwa, Klungkung, Bali.

BALIEXPRESS.ID - Di Desa Adat Besang Kawan Tohjiwa, Klungkung, tersembunyi sebuah sumber mata air suci di Pura Tirta Celempung.

Meskipun belum banyak diketahui oleh masyarakat umum, tempat malukat ini memiliki daya tarik tersendiri, terutama karena dipercaya dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit.

Namun, apa yang sebenarnya terjadi di balik kesucian dan sejarah tempat ini?

Pura Tirta Celempung: Keindahan yang Tak Tersentuh Waktu

Terletak di sebuah campuhan, Pura Tirta Celempung merupakan pura yang memiliki piodalan setiap purnama kadasa.

Di dalam pura, terdapat berbagai palinggih seperti Sanggaran Agung, Palinggih Ida Bhatara Wisnu, Manik Galih, dan Palinggih Pelipir.

Ada pula bale-bale penting untuk upacara, seperti Bale Pangaruman dan Bale Pawedan.

Namun, apa yang menarik perhatian adalah adanya tiga sumber mata air yang memiliki fungsi berbeda-beda.

Sumber mata air di Pura Tirta Celempung terbilang unik. Debit air yang muncul justru lebih besar di musim kemarau dibandingkan musim hujan.

Dua dari tiga sumber air ini mengalir langsung di dalam pura, sementara satu lainnya berada di luar.

Tradisi Suci: Menghormati Air Sebagai Bagian dari Upacara Adat

Sumber mata air yang terletak di sebelah timur, di depan Palinggih Pelipir, memiliki peran penting dalam upacara Dewa Yadnya.

Beras yang akan digunakan untuk upacara harus dicuci terlebih dahulu di sumber air ini sebelum dihaturkan pada Palinggih Manik Galih.

"Ini adalah kepercayaan kami, dan tidak ada yang berani melanggarnya," jelas I Wayan Sulendra, Bendesa Adat Besang Kawan Tohjiwa.

Sementara itu, sumber air kedua, yang terletak di depan Palinggih Ida Bhatara Wisnu, secara khusus digunakan untuk ritual malukat.

Meskipun tidak ada promosi resmi dari desa adat, banyak orang yang percaya bahwa air suci ini mampu menyembuhkan penyakit.

Para pengunjung datang dari berbagai kalangan, mulai dari sulinggih, balian, hingga orang sakit yang mencari kesembuhan.

Ritual malukat dilakukan di luar pura, dengan syarat tertentu dan pengawasan dari jro mangku setempat.

Patung Misterius: Penjaga Air Suci yang Tak Boleh Diganti

Yang menambah daya tarik Pura Tirta Celempung adalah keberadaan dua patung misterius, Sang Jogor Manik dan Sang Suratma, yang terletak di depan air pangelukatan.

Kedua patung ini dipercaya sudah ada sejak pura dibangun dan tidak boleh diganti atau dipindahkan.

Menurut cerita, pada tahun 1980-an saat pura hendak direnovasi, seorang pedanda memperingatkan agar patung tersebut tidak dibongkar.

Kepercayaan ini menambah aura mistis dan spiritual yang menyelimuti tempat malukat ini.

Ritual Mandi Telanjang: Tradisi yang Harus Dipatuhi

Sumber mata air ketiga, yang berada di bangunan Bale Pangaruman, dialirkan ke luar pura dan digunakan oleh warga untuk keperluan sehari-hari, seperti mandi dan minum.

Namun, ada satu aturan yang harus diikuti: siapa pun yang mandi di sumber air ini harus melakukannya tanpa pakaian.

Pelanggaran terhadap aturan ini, termasuk mencuci atau mandi dengan pakaian, diyakini akan membuat debit air mengecil.

Jika itu terjadi, desa adat harus menggelar upacara khusus untuk mengembalikan aliran air.

Sulendra menambahkan, tempat mandi ini telah dibuat ruangan tertutup untuk menghindari kesan tidak senonoh.

"Kami buatkan ruangan terpisah untuk pria dan wanita. Sebelum malukat, pamedek harus mandi dulu di sini," ujarnya.

Dengan segala keunikannya, Pura Tirta Celempung menyimpan banyak cerita yang belum banyak terungkap. Keberadaan sumber air suci ini dan segala tradisinya menjadikan tempat ini tidak hanya sebagai tempat spiritual, tetapi juga sebagai saksi bisu dari kepercayaan yang diwariskan turun-temurun.

Bagi mereka yang percaya, malukat di sini bukan hanya sekadar ritual, melainkan perjalanan spiritual menuju penyembuhan dan pembersihan diri. *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#melukat #bali #Pura Tirta Celempung #hindu