Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Misteri Pura Pajinengan Tap Sai: Tempat Suci Hindu Bali dengan Suara Aneh dan Larangan Daging Babi Jika Dilanggar Timbulkan Fenomana Tak Masuk Akal

I Putu Suyatra • Kamis, 17 Oktober 2024 | 23:05 WIB
Pura Tap Sai
Pura Tap Sai

BALIEXPRESS.ID - Pura Pajinengan Gunung Tap Sai di Dusun Puragae, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem, menjadi pusat perhatian umat Hindu Bali karena keunikan yang terjadi di sana.

Jro Mangku Santa, salah satu pemangku di pura tersebut, mengungkapkan bahwa terdapat delapan pamangku yang setiap hari ngayah di pura ini, terutama saat purnama-tilem.

Mereka bertugas hingga larut malam karena pamedek (umat) yang datang tak henti-hentinya untuk sembahyang.

Namun, bukan hanya karena aktivitas spiritual yang tinggi, Pura Pajinengan Tap Sai juga dikenal dengan berbagai kejadian di luar nalar yang sering terjadi selama para pamangku bertugas.

Menurut penuturan Jro Mangku Santa, beberapa kali terdengar suara tanah longsor dan pohon tumbang dari lereng gunung di dekat pura.

Namun, ketika diperiksa, tak ada tanda-tanda bencana apapun. "Ternyata tidak ada apa-apa," ujarnya kepada Bali Express.

Fenomena lainnya yang membuat penasaran adalah suara binatang yang terdengar dari atas gunung.

Bahkan, Jro Mangku Santa mengungkapkan, pernah ada musang yang tiba-tiba muncul di tengah-tengah pamedek yang sedang khusyuk bersembahyang, tanpa diketahui dari mana asalnya.

Hal yang lebih misterius terjadi ketika beberapa pamedek mengalami karauhan (kesurupan) saat melukat di Beji, tempat suci untuk pembersihan diri.

Meskipun Jro Mangku Santa tidak memberikan penjelasan detail secara niskala (mistis) mengenai makna kejadian-kejadian aneh ini, ia menuturkan bahwa suara-suara misterius itu sering kali terdengar di malam hari.

"Kami sudah terbiasa dengan suara-suara aneh itu, jadi tidak apa-apa," tambah Jro Mangku Istri Ketut Tirta, pemangku lainnya di pura tersebut.

Salah satu hal yang paling menarik perhatian di Pura Pajinengan Tap Sai adalah larangan membawa banten (persembahan) yang berisi daging babi.

Jro Mangku Santa mengisahkan, pernah terjadi peristiwa ketika ada umat yang membawa banten berisi daging babi, tiba-tiba tirta di Beji tidak bisa mengalir.

"Pipa untuk mengalirkan tirta dari atas sebenarnya baik-baik saja, tapi airnya tetap tidak medal," ungkapnya.

Pengalaman ini membuat para pemangku mengimbau agar umat yang hendak bersembahyang di Pura Pajinengan Tap Sai tidak membawa banten yang mengandung olahan daging babi.

Meskipun secara skala (fisik) tidak ada gangguan yang jelas, kejadian-kejadian ini diyakini terkait dengan aspek niskala di pura tersebut.

Dengan berbagai kejadian aneh yang sering terjadi, Pura Pajinengan Tap Sai semakin memikat perhatian banyak orang.

Keunikan-keunikan ini menambah kesakralan pura dan membuat umat yang datang bersembahyang merasa penuh dengan rasa penasaran, terlebih dengan larangan-larangan tertentu yang harus dipatuhi.

Apa yang sebenarnya terjadi di Pura Pajinengan Tap Sai? Fenomena mistis yang sering terjadi di tempat ini tetap menjadi misteri yang mengundang rasa ingin tahu umat dan pengunjung.

Bagi yang tertarik untuk datang, penting untuk mematuhi semua aturan, terutama larangan membawa daging babi dalam banten, agar segala proses sembahyang berjalan lancar dan tirta tetap mengalir. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #daging babi #hindu #Pura Pajinengan Gunung Tap Sai