Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Daksina: Elemen Vital dalam Upacara Yadnya Hindu Bali yang Tak Boleh Terlewatkan

I Putu Mardika • Selasa, 22 Oktober 2024 | 01:32 WIB
Daksina
Daksina

BALIEXPRESS.ID - Ketika melaksanakan upacara yadnya, ada satu komponen yang tak boleh absen oleh umat Hindu Bali: Daksina.

Sarana upakara ini memiliki makna mendalam dan menjadi bagian penting dari setiap ritual. Daksina, yang berasal dari bahasa Sansekerta berarti "upah" atau "arah selatan", lebih dari sekadar persembahan fisik.

Ia adalah lambang spiritual yang sarat makna, berbentuk silinder dari daun kelapa (slepan) dengan berbagai isi di dalamnya.

Daksina bukan sembarang sesajen; ia adalah simbol Hyang Guru (Dewa Siwa) yang berperan sebagai saksi dalam setiap upacara.

Sebagai lambang penghormatan, Daksina juga digunakan untuk menghormati pemimpin upacara atau pendeta yang memimpin ritual.

Tanpa kehadiran Daksina, upacara sebesar apa pun dianggap tidak sempurna.

Makna Spiritual Daksina dalam Upacara Yadnya

Menurut Dra. Ni Wayan Murniti, M.Ag, Dosen Upakara STAHN Mpu Kuturan Singaraja, peran Daksina sangat vital dalam setiap upacara yadnya.

Dalam Lontar Yadnya Prakerti, Daksina dilambangkan sebagai perwujudan dari Hyang Guru, Hyang Tunggal, dan Hyang Wisnu, yang semuanya merujuk pada Dewa Siwa.

Bahkan, dalam mantram Daksina disebutkan:

"Om, Bhetara Wisnu malingga malinggih haneng sesantun, ing hulun kayogyan, Bhetara Guru asung wara nugraha..."

Pentingnya Daksina juga tersirat dalam Bhagawad Gita Bab XVII. Sloka 11 yang menjelaskan bahwa yajña (upacara) yang dilakukan dengan keyakinan dan tanpa pamrih adalah bentuk dari satwika yajña, atau upacara yang dilakukan dengan tulus dan sesuai dengan petunjuk suci.

Mengapa Daksina Tidak Bisa Diabaikan?

Wayan Murniti menegaskan bahwa tanpa Daksina, sebuah upacara yadnya akan kehilangan esensinya.

Daksina bukan hanya persembahan fisik, tetapi juga simbol ketulusan dan keyakinan dalam melaksanakan yajña.

Tanpa Daksina, upacara dapat dianggap sia-sia, seperti yang tertuang dalam ajaran kitab suci.

Pelajaran Penting dari Daksina

Daksina juga mengingatkan pentingnya melaksanakan yadnya dengan sikap yang benar. Yadnya tidak boleh menjadi ajang untuk pamer atau menunjukkan kekayaan, melainkan harus dilandasi rasa ketulusan dan keikhlasan.

Selain itu, ada aspek anna sevanam, yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat, seperti mengundang makan bersama dalam semangat kebersamaan.

Kesimpulan: Peran Penting Daksina dalam Yadnya

Dari pemahaman ini, sangat jelas bahwa Daksina adalah elemen esensial dalam upacara yadnya yang bersifat satwika.

Tanpa Daksina, upacara akan kehilangan maknanya, menjadikannya sekadar ritual kosong. Ini bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari keyakinan spiritual yang mendalam.

Jadi, ketika melaksanakan upacara yadnya, jangan pernah melupakan Daksina. Ia adalah saksi dan simbol pengabdian kepada para dewa, sekaligus penghubung spiritual dalam setiap ritual suci. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #daksina #yadnya #hindu