BALIEXPRESS.ID - Desa Pakraman Kubutambahan, Buleleng, tidak hanya dikenal karena konsep Trias Politika dalam pura-pura sucinya, tetapi juga memiliki Pura Patih yang berfungsi sebagai benteng pertahanan secara niskala.
Warga setempat bahkan menganalogikan pura ini sebagai "Markas Pasukan TNI" untuk melindungi Bali Utara dari ancaman, termasuk perompak di masa lalu.
Keberadaan Pura Patih ini penuh dengan keunikan dan kekuatan spiritual yang mengakar dalam sejarah.
Fakta Menarik Pura Patih di Desa Pakraman Kubutambahan, Buleleng
1. Benteng Pertahanan Niskala
Pura Patih di Kubutambahan kerap dianalogikan sebagai "Markas Pasukan TNI" secara niskala.
Fungsinya dipercaya sebagai benteng pertahanan untuk melindungi Bali Utara, khususnya dari ancaman perompak sejak abad ke-12.
Patih Kebo Parud, yang dipuja di pura ini, dianggap sebagai penjaga wilayah tersebut.
2. Pura Tanpa Piodalan
Berbeda dari pura lainnya, Pura Patih tidak memiliki hari piodalan atau pujawali. Alasannya, Bhatara yang berstana di pura ini sering diundang ke pura-pura lain di Kubutambahan dan Desa Bulian saat ada pujawali.
Oleh karena itu, pura ini tidak menetapkan piodalan sendiri.
3. Pengawal Saat Melancaran
Pralingga di Pura Patih memiliki peran penting sebagai pengawal setiap prosesi melancaran dan masucian.
Tidak ada yang boleh mendahului pralingga Bhatara saat keluar dalam prosesi tersebut, atau risikonya akan menghadapi 'pengongongan' (tindakan spiritual).
4. Tempat Memohon Kemenangan dan Karier
Pura Patih menjadi tempat warga setempat mepinunas (memohon) sebelum berperang di masa lalu, dan sekarang sering dikunjungi untuk memohon kesuksesan, terutama bagi mereka yang ingin berkarier di bidang angkatan.
5. Sarana Pasupati untuk Tirta
Pura Patih juga berfungsi sebagai tempat pemusatan kekuatan pasupati sebelum tirta digunakan dalam upacara.
Tirta dari tempat lain, seperti Pura Batur, wajib disucikan terlebih dahulu di sini sebelum dibawa ke pura-pura lain untuk ritual.
6. Kulkul Ajaib
Salah satu keunikan dari Pura Patih adalah keberadaan kulkul yang bisa berbunyi sendiri sebagai tanda bencana besar.
Fenomena ini telah terjadi beberapa kali, termasuk saat meletusnya Gunung Agung pada tahun 1963 dan saat penumpasan G30S/PKI tahun 1965.
Pura Patih menyimpan banyak misteri dan keunikan yang menjadikannya istimewa di antara pura-pura lain di Bali, dengan peran penting dalam menjaga keseimbangan spiritual dan pertahanan niskala di Bali Utara. ***
Editor : I Putu Suyatra