Menelusuri Makna Perkawinan dalam Ajaran Hindu Bali: Apa yang Dinilai Ideal?
I Putu Suyatra• Selasa, 5 November 2024 | 01:13 WIB
Ilustrasi perkawinan
BALIEXPRESS.ID – Dalam tradisi Agama Hindu Bali, perkawinan bukan sekadar acara, tetapi merupakan sebuah ikatan suci yang membentuk keluarga seumur hidup.
Penjelasan mendalam mengenai makna ini bisa ditemukan dalam kitab suci Weda dan Manawa Dharmasastra IX, yang menyatakan:
“Anyonyasyawaya bhicaro ghaweamarnantikah Esa dharmah samasenajneyah Stripumsayoh parah”
Artinya, “Hendaknya hubungan yang setia berlangsung sampai mati. Hal itu harus dianggap sebagai hukum tertinggi sebagai suami istri.”
Pernikahan yang sakral ini menuntut kesetiaan dan tanggung jawab antara pasangan.
Lantas, jenis perkawinan seperti apa yang dianggap ideal dalam ajaran Agama Hindu? Dalam Kitab Manawa Dharmasastra III, terdapat empat bentuk perkawinan yang dikategorikan sebagai ideal, yaitu:
1. Brahma Wiwaha
Dilaksanakan dengan memberikan seorang wanita kepada pria yang berkelakuan baik dan memahami ajaran Weda.
2. Daiwa Wiwaha
Melibatkan pernikahan anak perempuan dengan seorang pendeta yang memimpin upacara keagamaan.
3. Prajapatya Wiwaha
Seorang ayah memberikan restu kepada putrinya, dengan doa dan wejangan agar pasangan dapat melaksanakan dharma dalam kehidupan.
4. Gandharva Wiwaha
Perkawinan yang berdasarkan cinta sejati, di mana orang tua hanya mengetahui dan merestui tanpa campur tangan dalam prosesnya.
Menurut Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda, saat ini, bentuk perkawinan yang paling sering terjadi adalah Gandharva Wiwaha, di mana cinta menjadi dasar utama pernikahan.
“Sekarang, anak muda lebih berani mengambil keputusan untuk menikah berdasarkan cinta, tanpa harus melibatkan perjodohan dari orang tua. Bahkan, banyak pasangan yang memilih untuk 'isi duluan' sebagai wujud cinta mereka,” ungkapnya.
Dengan adanya pergeseran nilai dalam perkawinan, pertanyaan besar pun muncul: Apakah tradisi dan norma yang berlaku masih relevan dalam konteks masyarakat modern saat ini?
Mari kita telaah lebih dalam makna dan bentuk perkawinan dalam tradisi Hindu, dan apa artinya bagi generasi masa kini. ***