Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pedagingan diikat dengan Gunakan Benang Tridatu, Aksara menjadi poin Penting

I Putu Mardika • Selasa, 19 November 2024 | 05:02 WIB

Prosesi menanam pedagingan di Pelinggih
Prosesi menanam pedagingan di Pelinggih
BALIEXPRESS.ID-Selain menggunakan Panca Dhatu, Uang Kepeng dan rempah-rempah, Dalam Sarana Pedagingan, juga ada penggunaan benang Tridatu.

Benang dalam padagingan digunakan untuk mengikat sebuah padagingan yang telah disusun sedemikian rupa, setelah dibungkus mengunakan kain putih padagingan akan diikat mengunakan benang.

Dijelaskan Artha Weda, Benang yang digunakan merupakan benang yang bersih dan masih suci berbahan dasar dari wol atau juga disebut dengan benang wol.

Benang yang biasanya digunakan adalah benang dengan 3 (tiga) warna atau disebut dengan benang tridatu.

Baca Juga: Makna Pedagingan dalam Pelinggih Wajib Ada Panca Dhatu, Batu Mirah Simbol Kekuatan Hyang Widhi  

“Benang tridatu adalah benang yang terdiri atas 3 (tiga) warna yakni benang berwarna merah, benang berwarna putih, dan benang berwarna hitam,” paparnya.

Selanjutnya Dalam teks dewa tattwa dijelaskan bahwa salah satu komponen penyusun sebuah padagingan adalah peralatan manusia lengkap.

Dimana yang dimaksud dengan peralatan manusia lengkap adalah alat-alat dapur, seperti pisau, sepit, talenan dan yang lainya.

Semua peralatan ini dibuat mengunakan bahan tanah liat atau terbuat dari besi. Alat-alat ini kemudian dimasukan kedalam padagingan sebagai salah satu komponen penyusunya.

Baca Juga: Petugas Geledah Kamar Hunian Lapas Tabanan, Temukan Sejumlah Barang Membahayakan

Dalam agama Hindu keberadaan aksara sangat begitu disakralkan dan juga telah melekat dalam kehidupan manusia.

Aksara dipercaya memiliki kekuatan yang begitu luar biasa yang merupakan simbol perwujudan dari Tuhan dan manifestasinya.

Dimana tidak ada yang mengetahui bagaimana aksara tersebut bisa muncul dan kapan aksara tersebut akan berakhir.

Sehingga dipercaya aksara merupakan perwujudan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam berbagai manifestasinya.

Baca Juga: Antisipasi Megathrust, Yayasan dan BPBD Gianyar Gelar Simulasi

“Dalam padagingan aksara menjadi salah satu bagian penting yang dimana memiliki fungsi simbolik serta sebagai pembangkit energi dan pemberi daya kepada padagingan dimana dalam pembuatan padagingan menggunakan aksara modre,” tutupnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#Pedagingan 7 Pelinggih #pelinggih #panca datu #tridatu #uang kepeng #benang