Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Misteri Pohon Kepuh Bandara Ngurah Rai: Tak Bisa Dipindahkan, Ada Kejadian Aneh yang Membuat Merinding

I Putu Suyatra • Selasa, 26 November 2024 | 01:45 WIB

Pohon Kepuh tua yang berdiri megah di kawasan parkir Gedung Kargo Domestik Bandara Ngurah Rai, Bali
Pohon Kepuh tua yang berdiri megah di kawasan parkir Gedung Kargo Domestik Bandara Ngurah Rai, Bali

BALIEXPRESS.ID - Pohon Kepuh tua yang berdiri megah di kawasan parkir Gedung Kargo Domestik Bandara Ngurah Rai, Bali, ternyata menyimpan banyak cerita mistis dan sejarah unik.

Pohon ini awalnya berada satu kawasan dengan Pura Tegal Melakang, pura keluarga yang kini dipindahkan ke lokasi baru akibat proyek perluasan bandara.

Namun, upaya memindahkan Pohon Kepuh tersebut selalu menemui kegagalan, hingga memunculkan berbagai kisah penuh misteri.

Pura Tegal Melakang Dipindahkan, Pohon Kepuh Tetap Kokoh

Mangku I Gusti Made Gina, pemangku Pura Tegal Melakang dan Pohon Kepuh Ageng, menceritakan bahwa proses pemindahan pura yang kini berada di tepi siring Tuban itu berjalan lancar.

Namun, berbeda dengan Pohon Kepuh.

"Segala cara sudah dicoba, mulai dari upacara khusus hingga bantuan dua pemuka agama. Tapi pohon ini tetap tidak bisa dipindahkan," ujar Mangku Made Gina.

Bahkan, mereka yang ditugaskan untuk menebang pohon tersebut dilaporkan mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia.

"Waktu itu sempat diadakan sayembara, tetapi tidak ada yang berhasil. Sepertinya Ratu Gede Sapu Jagat, yang diyakini berstana di pohon ini, tidak mengizinkan pemindahan," tambahnya.

Kisah Aneh: Pohon Kepuh Baru Tiba-Tiba Tumbuh

Setelah Pura Tegal Melakang selesai dipindahkan, keanehan kembali terjadi. Sebuah Pohon Kepuh tiba-tiba muncul di area depan pura baru.

"Sebelumnya di sana hanya ada ilalang, tapi tiba-tiba ada Pohon Kepuh yang sudah cukup besar. Mungkin beliau membutuhkan pohon peneduh di lokasi baru," ujar Mangku Gina.

Jejak Sejarah dan Mitos Pohon Kepuh

Pohon Kepuh di Bandara Ngurah Rai ternyata memiliki sejarah panjang.

Menurut Mangku Gina, pohon tersebut pernah digunakan sebagai menara pantau oleh tentara Jepang pada masa Perang Dunia II karena lokasinya yang strategis di tepi pantai dan tingginya yang menjulang.

Kini, pohon ini dianggap keramat oleh banyak orang, termasuk para pegawai bandara.

"Setiap sebelum absen kerja, kami pasti sembahyang dulu di palinggih pohon ini. Kalau tidak, rasanya seperti ada yang kurang," ungkap Juli, seorang pegawai bandara.

Pura Tegal Melakang: Tempat Bersemayam Para Bidadari

Mangku Gina juga menjelaskan bahwa dahulu Pura Tegal Melakang dilengkapi dengan kolam suci atau beji yang konon menjadi tempat mandi para bidadari.

Kini, kolam tersebut masih berada di kawasan Pohon Kepuh Ageng dan digunakan sebagai tempat penyucian atau panglukatan.

Tradisi dan Kepercayaan yang Tetap Lestari

Pura Tegal Melakang dan Pohon Kepuh Ageng memiliki piodalan bersama setiap Buda Kliwon Wuku Shinta atau saat Rahina Pagerwesi.

Meskipun pura ini adalah pura keluarga, banyak masyarakat umum yang datang untuk bersembahyang, terutama pada hari raya Galungan dan Kuningan.

Bagi mereka yang datang, banyak yang memohon kemudahan rezeki, pekerjaan, atau kesembuhan.

"Beberapa orang pernah mengaku anaknya rewel terus setelah pura dipindahkan. Setelah menghaturkan sesajen di pohon baru, anaknya langsung tenang," cerita Mangku Gina.

Harapan untuk Generasi Mendatang

Mangku Gina berharap masyarakat tetap menjaga tradisi dan tidak salah kaprah dalam memahami keberadaan Pohon Kepuh dan Pura Tegal Melakang.

"Pohon Kepuh dan pura ini adalah satu kesatuan. Semoga keberadaan keduanya terus dijaga," pungkasnya.

Kisah ini menjadi pengingat betapa tradisi, sejarah, dan hal-hal mistis masih melekat erat dalam kehidupan masyarakat Bali, sekaligus mengundang rasa penasaran akan kekuatan dan keangkeran Pohon Kepuh tua yang penuh misteri. *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #bandara ngurah rai #pohon kepuh