BALIEXPRESS.ID - Prosesi upacara yadnya di Bali terdapat namanya banten wedang. Yaitu banten canang yang dilengkapi dengan wedang atau kopi.
Namun dikutip dari akun instagram @badungpunyacerita, nampak seseorang akan mebanten mengabadikan momen unik. Yaitu menata banten canang dengan wedangnya bukan wedang hitam atau wedang Bali melainkan latte art.
Secara umum banten wedang merujuk pada persembahan berupa minuman yang biasanya disiapkan dalam konteks upacara atau ritual agama Hindu Bali.
Banten ini adalah istilah untuk persembahan dalam agama Hindu Bali, yang dipersembahkan sebagai simbol penghormatan kepada Tuhan, roh leluhur, atau dewa-dewi dalam agama Hindu.
Banten wedang sendiri khususnya mengacu pada minuman yang dipersembahkan dalam upacara.
Persembahan ini biasanya diberikan kepada roh leluhur atau dewa dalam upacara keagamaan sebagai bagian dari proses pemujaan dan doa.
Proses pembuatan banten wedang biasanya melibatkan persiapan dengan penuh kesungguhan dan dihias secara estetik untuk menunjukkan rasa hormat dan syukur.
Banten ini sering kali ditempatkan di atas pelinggih (altar) atau tempat persembahan lain yang ada di pura atau rumah.
Baca Juga: Heboh! Pertamax Bocor di Selokan SPBU Jembrana, Warga Berebut Bawa Jeriken
Sementara banten wedang diganti dengan Latte art,dimana adalah seni membuat gambar atau pola di permukaan minuman kopi berbasis espresso yang dicampur dengan susu panas berbusa.
Teknik ini dilakukan dengan menuangkan susu berbusa ke dalam espresso dengan gerakan yang terkontrol, sehingga menciptakan gambar atau desain seperti hati, daun, atau bahkan gambar yang lebih kompleks.
Sontak banten wedang dengan latte art ini banyak mendapatkan tanggapan. *
Editor : Putu Agus Adegrantika