Kedudukan Jero Kubayan Mucuk dalam sistem kepemimpinan Ulu Apad Desa Sukawana merupakan kedudukan tertinggi yang sudah diwarisi secara turun temurn sebagai sitem social religius masyarakat Bali Aga Sukawana.
Tokoh Adat Sukawana, Wayan Jasa menjelaskan, Jero Kubayan Mucuk membawahi dua puluh dua bidang kepemimpinan dalam sistem Ulu Apad yang dibagi menjadi dua bagian yakni tengen (kanan) dan kiwa (kiri).
“Jero Kubayan Mucuk berasal dari bagian kelompok tengen (kanan) yang tentunya memiliki wewenang yang lebih tinggi dibandingkan Jero Kubayan Kiwa yang berasal dari klompok kiwa (kiri), kendatipun posisi duduk mereka sejajar,” katanya.
Baca Juga: Sinergitas Antar Instansi Kunci untuk Berantas Narkoba dan Tingkatkan Literasi Masyarakat
Kedua bagian sistem Ulu Apad tersebut juga membagi masyarakat dalam dua kelompok, ada yang menjadi bagian dari klompok tengen (kanan) dan juga ada yang menjadi bagian kiwa (kiri).
Posisi antara klompok tengen (kanan) dan juga kiwa (kiri) ini tidak bisa di tukar atau diganggu gugat. Sebab antara klompok tengen dan kiwa tersebut sudah dibagi sejak jaman leluhur masyarakat Sukawana dimasa lampau.
“Yang terjadi saat ini adalah keberlanjutan dari sitem sosial yang diwariskan oleh para leluhur Desa Sukawana di masa lalu,” sebut Wayan Jasa.
Kedudukan seorang Jero Kubayan Mucuk merupakan suatu kedudukan yang sangat penting dalam sistem sosial religius masyarakat Sukawana.
Sebab keberadaan Jero Kubayan Mucuk terkait dengan segala bentuk prosesi adat dan keagamaan yang senantiasa dilaksanakan di Desa Sukawana.
Ia menjelaskan, proses untuk menjadi sosok Jero Kubayan Mucuk juga tidaklah sederhana. Melainkan harus mulai dari menjadi Kelihan Desa Betenan.
Kemudian naik tahap demi tahap dengan gelar yang berbeda sejurus dengan tugas dan kewajiban yang mengikatnya.
Sehingga segala bentuk tugas dan kewajiban dari mulai memimpin masyarakat, kordinasi antar anggoata Ulu Apad mempersiapkan ritual keagamaan, dan bahkan memimpin ritual keagamaan telah dilalui oleh sosok Jero Kubayan Mucuk.
Kberadaan sosok Jero Kubayan Mucuk sangatlah matang dari aspek sosial religius. Sehingga keberadaan Bliau sebagai pucuk pimpinan dalam sistem pemerintahan Ulu Apad sangatlah layak dan tidak tercela dari sudut manapun.
Sebab, telah melalui proses penempaan yang sedemikian rupa dan bahkan dipercaya bahwa tidak sembarang orang mampu mencapai posisi Jero Kubayan Mucuk sebab memang melalui seleksi alam yang sangat ketat
Setiap prosesi adat dan keagamaan di wilayah Desa Sukawana wajib dipimpin oleh pemimpin Ulu Apad yakni Jero Kubayan Mucuk, Jero Kubayan Kiwa, Jero Bau Ulangan, Jro Bau, Jero Singgukan dan diikuti oleh segenap jajaran Ulu Apad lainnya beserta seluruh warga Desa Sukawana.
Keberadaan Jero Kubayan Kiwa dan jajaran Ulu Apad lannya adalah untuk membantu tugas-tugas Jro Kubayan Mucuk dalam menyukseskan ritual adat dan keagamaan yang diselenggarakan.
“Keberadaan Jero Kubayan Mucuk telah diakui seutuhnya oleh seluruh masyarakat Sukawana sebagai pemimpin keagamaan dan kerohanian, serta sebagai pribadi yang memiliki tingkat spiritual yang tertinggi di wilayahnya,” paparnya.
Baca Juga: Pantau Harga LPG 3Kg, Disperindag Sidak SPBU dan SPBE di Tabanan
Dijelaskan Wayan Jasa, Ada beberapa kemungkinan yang membuat seseorang sampai pada posisi Jero Kubayan Mucuk. Diantaranya bagi mereka yang tidak menikah, memiliki umur yang panjang.
Selain itu, adanya salah seorang anak yang melajang, serta ketika posisi Jero Kubayan Muncuk mangkat sehingga akan digantikan oleh Jero Bau Ulangan melalui ritual adat sebagai bentuk penyucian secara lahir batin.
Ritual itu disebut Mapodgala. Ritual ini bertujuan untuk melepaskan diri dari kehidupan keduniawian untuk mencapai penyucian lahir dan batin.
Upacara tersebut tentunya merupakan ritual yang sangat sakral, sebab pada umumnya hanya dilakukan oleh seseorang yang akan menjadi Sulinggih.
“Mapodgala adalah tingkatan upacara yang setara dengan Diksa sebab ritual ini bertujuan untuk meningkatkan aspek kesucian diri pada seorang Jero Bau yang merupakan kader penerus Jero Kubayan Mucuk bilamana Beliau mangkat dikemudian hari,” ungkapnya. (dik).
Editor : I Putu Mardika