Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mengenal Tradisi Hindu Bali Janganan: Ritual Sakral yang Menyimpan Makna Mendalam dalam Upacara Nelubulanin

I Putu Suyatra • Rabu, 11 Desember 2024 | 00:41 WIB

Ritual Janganan dalam Hindu Bali
Ritual Janganan dalam Hindu Bali

BALIEXPRESS.ID - Tradisi Hindu Bali tak henti-hentinya menawarkan ritual sarat makna spiritual. Salah satunya adalah Janganan, sebuah prosesi penting dalam upacara Nelubulanin yang dilakukan untuk menghormati empat saudara tak kasat mata (Kanda Pat) yang hadir bersama kelahiran seorang bayi.

Namun, apa sebenarnya yang membuat Janganan begitu penting dan unik?

Makna Sakral di Balik Janganan

Janganan adalah bagian dari upacara Telubulanan, yang digelar saat bayi berusia tiga bulan.

Menurut Ida Pinandita Nabe Jaya Acharya Nanda dari Griya Sronggo, Janganan bertujuan untuk menyucikan empat elemen—darah, air ketuban, cairan lamas (lemak), dan ari-ari —yang turut lahir bersama bayi.

Elemen-elemen ini dikenal sebagai Kanda Pat, yang diyakini menjadi pelindung sang bayi dalam kehidupan duniawi.

"Bayi yang belum diupacarai dianggap masih 'cuntaka' atau belum bersih, termasuk elemen yang lahir bersamanya. Oleh karena itu, penyucian ini dilakukan agar bayi dan elemen Kanda Pat saling menjaga harmoni," jelasnya.

Ritual Janganan: Suguhan untuk Kanda Pat

Istilah Janganan berasal dari kata Ajengan, yang bermakna suguhan makanan.

Dalam konteks ritual, suguhan ini diwujudkan dalam bentuk banten Janganan, sebuah persembahan khusus untuk Kanda Pat dan unsur-unsur alam lainnya.

Komposisinya meliputi ebeg, daksina, tipat sirikan, jaje janganan, dan elemen lain yang melambangkan kesempurnaan persembahan.

"Melalui Janganan, kita seolah mengundang Kanda Pat untuk datang, memberikan mereka persembahan, dan memohon perlindungan bagi si bayi. Hal ini penting agar bayi terhindar dari kekuatan negatif," tambahnya.

Proses Penanaman Ari-ari: Ritual Penting yang Sarat Aturan

Selain Janganan, penanaman ari-ari juga menjadi bagian tak terpisahkan dari penghormatan terhadap Kanda Pat.

Ari-ari, yang dianggap sebagai salah satu saudara spiritual bayi, harus ditangani dengan hati-hati.

"Sebelum ditanam, ari-ari harus dibersihkan hingga benar-benar bebas dari sisa darah. Setelah itu, ari-ari dimasukkan ke dalam kelapa yang telah diberi aksara suci 'OM' dan kwangen sebagai simbol doa," jelasnya.

Kelapa ini kemudian dibungkus dengan ijuk dan kain putih, lalu ditanam di pekarangan rumah.

Letaknya pun tidak sembarangan—di sisi kiri pekarangan untuk bayi perempuan, dan sisi kanan untuk bayi laki-laki.

Penanda seperti batu, pohon pandan, atau kurungan sering digunakan agar ari-ari tidak diganggu binatang.

Kanda Pat: Lebih dari Sekadar Elemen Fisik

Dalam konsep spiritual Bali, Kanda Pat tak hanya dianggap elemen fisik.

Keempatnya memiliki manifestasi gaib yang dikenal sebagai Anggapati (air ketuban), Prajapati (darah), Banaspati (lemak), dan Banaspatiraja (ari-ari).

Mereka diyakini sebagai manifestasi dari Sang Hyang Widhi yang berperan melindungi manusia.

Jika prosesi Janganan atau penanaman ari-ari tidak dilakukan dengan benar, Kanda Pat tidak akan mampu melindungi sang bayi.

Bahkan, elemen-elemen ini dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk tujuan buruk.

"Penting untuk melibatkan sulinggih dalam setiap prosesi agar semua berjalan sesuai aturan desa kala patra," tegasnya.

Pesan untuk Orang Tua

Ida Pinandita Nabe Jaya Acharya Nanda mengingatkan agar para orang tua melaksanakan ritual ini dengan penuh kesungguhan.

"Jangan asal-asalan. Ritual ini bukan hanya tradisi, tapi juga bentuk penghormatan kepada alam dan spiritualitas yang mendampingi kehidupan anak," pungkasnya.

Melalui Janganan, masyarakat Bali tak hanya menjaga harmoni spiritual bayi, tetapi juga melestarikan warisan budaya yang sarat akan nilai luhur.

Ritual ini mengajarkan bahwa segala sesuatu yang terlihat maupun tidak, harus dirawat dengan kasih sayang dan penghormatan. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#ritual #bali #Ari-Ari #bayi #nelubulanin #hindu #Kanda Pat #janganan