Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Telebusan Yeh Mekecir: Mata Air Suci yang Terkenal dengan Khasiatnya untuk Kesembuhan dan Ritual Penyucian di Bali

I Putu Suyatra • Minggu, 15 Desember 2024 | 02:58 WIB
Telebusan Yeh Mekecir di Jembrana, Bali.
Telebusan Yeh Mekecir di Jembrana, Bali.

BALIEXPRESS.ID - Di balik keindahan alam Banjar Yeh Mekecir, Desa Dangin Tukadaya, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Bali, terdapat dua titik mata air yang sejak lama dipercaya memiliki kekuatan luar biasa.

Mata air yang dikenal dengan sebutan Telebusan Yeh Mekecir ini, terletak di sisi sungai Yeh Mekecir dan diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Tak hanya itu, air dari mata air ini juga dikenal tidak pernah surut meski di tengah musim kemarau panjang, serta tetap bertahan meskipun sering diterpa banjir.

Sejak pertama kali ditemukan, Telebusan Yeh Mekecir telah menjadi tempat yang disakralkan oleh masyarakat.

Banyak orang dari berbagai daerah datang untuk melaksanakan ritual penyucian atau melukat, dengan harapan mendapatkan kesembuhan dari penyakit atau terbebas dari musibah.

Kepercayaan ini turun temurun, dan meskipun lokasi mata air ini cukup tersembunyi, popularitasnya tidak pernah surut.

Namun, untuk mencapai lokasi dua titik mata air ini, pemedek (orang yang melakukan ritual) harus menempuh perjalanan yang cukup menantang.

Setelah menggunakan kendaraan menuju Pura Subak Abian Danu Sari, Banjar Yeh Mekecir, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki melalui jalan setapak sejauh 200 meter, melewati kebun warga.

Medan perbukitan yang terjal pun menambah tantangan, sehingga mempersiapkan fisik sangat dianjurkan sebelum menuju lokasi ini.

I Nengah Suarsana, salah seorang warga setempat yang tinggal dekat dengan Telebusan Yeh Mekecir, menceritakan bahwa mata air ini telah ada sejak ratusan tahun lalu dan menjadi bagian penting dalam kehidupan spiritual masyarakat sekitar.

"Meski musim kemarau, airnya tetap ada. Sejak kecil saya sudah melihat orang-orang datang dari seluruh Bali, seperti Karangasem, Klungkung, dan Denpasar, untuk melakukan ritual di sini," ungkap Suarsana.

Ritual yang sering dilakukan di Telebusan Yeh Mekecir antara lain adalah melukat, yaitu proses pembersihan diri dengan air suci yang dipercaya bisa menghapus segala penyakit fisik maupun niskala (penyakit gaib).

Selain itu, air dari mata air ini juga digunakan untuk menyucikan pekarangan rumah agar terhindar dari berbagai musibah.

Tak hanya itu, di sekitar lokasi mata air terdapat Palinggih Dewa Ayu Telaga Manik Emas yang berkaitan erat dengan keberadaan Telebusan Yeh Mekecir.

Sebelum melukat, warga biasanya melakukan persembahyangan di sini untuk memohon restu. Di sebelah timur sungai terdapat Pura Subak Babakan Mendoyo yang juga memiliki peranan penting dalam prosesi ritual ini.

Proses Ritual Melukat di Telebusan Yeh Mekecir

Menurut Ida Bagus Gunawan, yang juga dikenal sebagai Kakiang Gu, seorang Jro Mangku yang mengawasi Telebusan Yeh Mekecir, ada serangkaian tata cara yang harus diikuti oleh pemedek sebelum melakukan ritual.

"Sebelum melukat, pemedek harus mandi di sungai bawah pohon beringin untuk membersihkan diri," jelas Kakiang Gu.

Setelah itu, pemedek akan diperciki tirta (air suci) sebanyak 11 kali, berkumur sekali, dan minum air 11 kali sebagai bagian dari prosesi pembersihan diri.

Setelah proses melukat selesai, pemedek akan melaksanakan persembahyangan di Pelinggih Dewa Ayu Telaga Manik Emas, yang dipercaya sebagai tempat pemohonannya.

Kepercayaan masyarakat yang mendalam terhadap khasiat Telebusan Yeh Mekecir ini, serta tradisi yang terus terjaga, menjadikannya sebagai salah satu destinasi spiritual yang patut untuk diketahui.

Air dari mata air ini bukan hanya sekadar sumber kehidupan, tetapi juga menjadi simbol penyucian diri dan harapan akan kesembuhan bagi banyak orang. *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #mata air #jembrana