BALIEXPRESS.ID – Desa Pujungan, Pupuan, Tabanan, Bali, selama ini dikenal karena keberadaan Pura Siwa dan patung orang suci dari lilitan akar yang menjadi daya tarik spiritual dan wisata.
Namun, ada satu tempat suci Hindu Bali yang tak kalah menarik perhatian, yakni Pura Manik Terus, situs penuh sejarah yang menyimpan jejak Pasraman Siwa-Budha.
Terletak di Banjar Margasari, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Pura Manik Terus berdiri megah di atas lahan seluas 60 are.
Dikelilingi kebun kopi milik warga setempat, pura ini berada di sisi utara-timur Desa Pujungan, menjadi saksi bisu perjalanan panjang budaya dan spiritual Bali.
Asal Usul Pura Manik Terus: Kisah Leluhur dari Klungkung
Tokoh Warga Tutuan Pangempon Pura Manik Terus, Drs. I Wayan Suita, mengungkapkan bahwa pura ini sudah ada sejak abad ke-14.
Berdasarkan silsilah warga Tutuan di Desa Pujungan, pendirinya adalah dua leluhur, Ida Gede dan I Sedep, yang berasal dari Klungkung—pusat kerajaan Bali kala itu.
"Keduanya mendapat perintah menuju barat, melewati utara Gunung Batukaru, untuk sampai ke Pasraman Manik Terus," tutur I Wayan Suita.
Dalam perjalanan, mereka sempat mendirikan pondok sementara, namun berpisah di Danau Tamblingan.
I Sedep menuju Padang Mesawen di Kekeran, Buleleng, sedangkan Ida Gede—yang kemudian bergelar I Asag—kembali ke Pasraman Manik Terus dan menetap sebagai leluhur pertama warga Tutuan.
Jejak Siwa-Budha dan Tradisi Spiritual Desa Pujungan
Berdasarkan lontar Raja Dharma Udayana, Pasraman Manik Terus dahulu menjadi pusat pemujaan para Rsi Siwa-Budha.
Tradisi ini masih hidup hingga kini, salah satunya melalui nunas tirta pamuput yang dilakukan warga saat upacara Pitra Yadnya.
Selain tradisi unik, Pura Manik Terus juga memiliki palinggih (tempat suci) bersejarah seperti:
- Palinggih Pangayatan Ida Bhatara ring Gunung Tengah Watukaru, yang diempon oleh warga Pasek. Konon, palinggih ini berasal dari sesangi warga Pasek saat membuka lahan hutan dan kerap melihat macan duwe, penjelmaan Ida Sasuhunan.
- Palinggih Pajenengan, tempat pemujaan Pendeta Siwa-Budha.
- Palinggih Ida Betara Cina, yang menunjukkan akulturasi budaya dan kepercayaan di masa lampau.
Keunikan yang Menanti untuk Dijelajahi
Keberadaan Pura Manik Terus tak hanya menjadi pusat spiritual, tetapi juga bukti sejarah Bali sebagai tempat bertemunya berbagai ajaran dan budaya.
Ditambah lagi, lokasinya yang dikelilingi kebun kopi menciptakan suasana tenang sekaligus magis, cocok untuk para pamedek dan pecinta sejarah.
Apa rahasia lain yang tersimpan di balik tembok suci Pura Manik Terus? Kunjungi Desa Pujungan dan temukan jawabannya. ***
Editor : I Putu Suyatra