BALIEXPRESS.ID – Di Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, tersembunyi sebuah tempat suci Hindu Bali megah yang menjadi pusat spiritual dan ekonomi bagi masyarakat Pulau Dewata, yaitu Pura Melanting.
Pura ini bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga menjadi saksi bisu dari sejarah dan legenda yang penuh misteri.
Apa yang membuat pura ini begitu istimewa hingga menjadi destinasi spiritual dan ekonomi?
Pura Fungsional untuk Pemohon Kemakmuran
Pura Melanting didedikasikan untuk pemujaan Ida Bhatari Melanting atau Dewi Melanting, dewi yang dipercaya membawa kemakmuran, kesuburan, dan keberhasilan dalam usaha dagang.
Setiap pasar di Bali memiliki pura kecil yang dinamakan Melanting, mencerminkan hubungan erat antara pura ini dengan aktivitas perdagangan.
Menurut cerita, Dewi Melanting diasosiasikan dengan Ida Ayu Swabawa, putri dari Dang Hyang Nirartha.
Ia dikenal karena kecerdasannya dalam ilmu dagang dan daya tarik yang luar biasa, membuat para pedagang kembali bertransaksi.
Bahkan, Dewi Melanting sering disejajarkan dengan Bhatara Rambut Sedana, yang dianggap sebagai dewa uang.
Panorama dan Arsitektur yang Memukau
Terletak di kaki bukit Pemuteran, suasana hening dan panorama yang menawan menjadi daya tarik Pura Melanting.
Arsitektur pura yang dihiasi warna keemasan pada pelinggih utama semakin mengukuhkan keagungannya sebagai tempat memohon keberkahan ekonomi.
Namun, keindahan ini hanyalah permukaan dari kisah mendalam yang tersimpan di baliknya.
Pura Melanting memiliki kaitan erat dengan perjalanan Dang Hyang Nirartha dari Jawa ke Bali.
Kisahnya penuh pengorbanan, cinta, dan misteri, yang menjadikan pura ini sarat makna.
Legenda Dyah Ayu Melanting: Sang Putri Berwibawa
Dalam perjalanan spiritualnya, Dang Hyang Nirartha harus meninggalkan istri dan putrinya, Dyah Ayu Swabawa, di sebuah wilayah untuk beristirahat.
Selama menunggu kedatangan utusan ayahnya, Dyah Ayu sering memanjat pohon sambil berayun-ayun (dalam bahasa Bali disebut “ngelanting”).
Oleh karena itu, masyarakat sekitar menjulukinya Dyah Ayu Melanting, yang kemudian menjadi nama pura ini.
Kisah semakin mistis saat istri Dang Hyang Nirartha, yang dikenal sebagai Peranda Istri atau Mpu Alaki, memohon kepada para dewa agar dirinya dan pengikutnya dibebaskan dari penuaan dan kematian.
Permohonan tersebut dikabulkan, namun mereka tidak lagi dapat dilihat oleh manusia biasa.
Makna Spiritual dan Kehidupan Ekonomi
Sebagai pura fungsional, Pura Melanting ramai dikunjungi umat Hindu, terutama pedagang yang ingin memohon kelancaran usaha.
Mereka membawa pejati dan Daksina Linggih, yang kemudian distanakan di tempat usaha. Langkah ini diyakini membawa keberkahan dalam bisnis.
Saat upacara pujawali yang jatuh pada Purnama Sasih Kapat, ribuan umat dari seluruh Bali datang untuk berdoa.
Tak hanya pedagang kecil, bahkan pemilik perusahaan besar seperti perbankan dan koperasi juga datang untuk memohon keberkahan.
Pesan Spiritual dari Pura Melanting
Legenda dan kisah di balik Pura Melanting mengajarkan pentingnya keikhlasan, pengabdian, dan keberanian menghadapi rintangan hidup.
Keberadaan pura ini tidak hanya sebagai simbol spiritual tetapi juga sebagai pengingat akan peran besar ekonomi dalam kehidupan masyarakat Bali.
Pura Melanting adalah tempat di mana sejarah, spiritualitas, dan ekonomi bersatu.
Jadi, bagi Anda yang ingin mendalami makna kemakmuran sejati, Pura Melanting adalah tempat yang patut dikunjungi.
Siapa tahu, doa Anda di sana akan membuka pintu rezeki yang melimpah. Beranikah Anda menjelajahi keindahan dan misteri Pura Melanting? ***
Editor : I Putu Suyatra