BALIEXPRESS.ID - Fenomena kekerasan yang kerap terjadi di tengah masyarakat tidak hanya menyerang fisik, tetapi juga menghancurkan mental dan sosial. Ironisnya, tidak banyak yang menyadari bahwa yoga bisa menjadi solusi untuk meredam perilaku temperamental tersebut.
Simbol Kekerasan yang Menghantui Kehidupan Sosial
Dalam beberapa kasus, kekerasan sering kali muncul dalam bentuk provokasi, perusakan, hingga penyerangan fisik dan mental.
Hal ini menciptakan kegelisahan yang menggerogoti ketenangan masyarakat.
I Gusti Made Widya Sena, S.Ag., M.Fil.H, seorang instruktur yoga, menjelaskan bahwa kekerasan dipicu oleh dua faktor utama: internal dan eksternal.
Faktor internal mencakup emosi, persepsi, dan motivasi yang berasal dari dalam diri seseorang.
Sedangkan faktor eksternal dipengaruhi oleh nilai, komunikasi dengan lingkungan, serta interaksi dalam komunitas atau organisasi.
“Dua sisi ini bisa membawa kedamaian dan cinta, namun juga bisa menjadi pemicu tindak kekerasan,” ujarnya.
Yoga, Jalan Menuju Kedamaian dan Cinta Sejati
Menurut Widya Sena, rasa empati dan pemahaman terhadap hakikat diri adalah kunci untuk menciptakan kehidupan yang penuh cinta. Yoga menjadi salah satu jalan untuk mencapainya.
“Yoga adalah jalan cinta dan pencerahan spiritual. Lebih dari sekadar olahraga, yoga membawa harmoni bagi tubuh, pikiran, dan jiwa,” jelasnya.
Sayangnya, banyak orang yang hanya memandang yoga sebagai aktivitas fisik biasa.
Padahal, yoga adalah seni dan ilmu yang mengajarkan kita untuk mengenal diri, membuka ruang cinta, dan melepaskan ego yang membelenggu.
Manfaat Yoga untuk Tubuh dan Jiwa
Widya Sena menambahkan, yoga tidak hanya melenturkan tubuh tetapi juga menyeimbangkan pikiran.
Melalui asana dan meditasi, yoga membantu seseorang mencapai kondisi tubuh yang ideal, mengurangi stres, serta meningkatkan kesadaran spiritual.
“Yoga adalah pengalaman kebahagiaan spiritual, yang mengharmoniskan tubuh, pikiran, dan jiwa,” tuturnya.
Panca Yama Brata dan Panca Nyama Brata, Tangga Awal Spiritual
Dalam praktiknya, yoga mengajarkan disiplin melalui Panca Yama Brata (pengendalian keinginan jasmani) dan Panca Nyama Brata (pengendalian mental). Keduanya menjadi fondasi untuk mencapai pencerahan spiritual.
“Semakin kita melepaskan ego dan keterikatan duniawi, semakin dekat kita dengan kebahagiaan sejati,” pungkasnya.
Menemukan Relasi Cinta dengan Tuhan
Pada akhirnya, yoga mengajarkan manusia untuk membangun hubungan yang harmonis dengan diri sendiri, sesama, lingkungan, dan Tuhan.
Melalui proses ini, seseorang dapat menemukan cinta sejati yang menjadi dasar hidup penuh kebahagiaan.
Apakah Anda siap memulai perjalanan cinta dan kedamaian melalui yoga? ***
Editor : I Putu Suyatra