Mengungkap Keunikan Tempat Suci Hindu Bali, Pura Pemayun: Tempat Pejabat Memohon Kemenangan, Atasi Ilmu Hitam dan Pusaka Keris Ki Barak Panji Sakti
I Putu Suyatra• Senin, 20 Januari 2025 | 01:09 WIB
Pura Pemayun, sebuah pura bersejarah yang terletak di Banjar Tegal, Singaraja, Buleleng, Bali
BALIEXPRESS.ID - Pura Pemayun, sebuah pura bersejarah yang terletak di Banjar Tegal, Singaraja, Buleleng, Bali, semakin menarik perhatian, terutama di kalangan pejabat dan politisi.
Tidak hanya dikenal sebagai tempat memohon kemenangan dalam pilkada, tempat suci Hindu Bali, ini juga menyimpan pusaka sakral berupa keris milik Raja Ki Barak Panji Sakti yang diyakini memiliki kekuatan magis.
Pesona Pura di Tengah Kota
Secara administratif, Pura Pemayun berada di Jalan Pahlawan, Kelurahan Banjar Tegal, Kecamatan Buleleng.
Posisinya sangat strategis, hanya sekitar 400 meter dari Kantor Bupati Buleleng, menjadikannya mudah diakses dengan kendaraan roda dua maupun empat.
Pura ini memiliki dua area utama, yaitu madya mandala dan utama mandala.
Di madya mandala terdapat wantilan dan bale pebatan, sedangkan di utama mandala berdiri 21 palinggih.
Di antara puluhan palinggih tersebut, dua yang paling menarik perhatian adalah Palinggih Dewa Ayu Ngurah Panji dan Palinggih Dewa Sakti Bayu.
Misteri Pusaka Keris Ki Barak Panji Sakti
Menurut Jro Komang Arta Merta, Juru Sapuh Pura Pemayun, Palinggih Dewa Ayu Ngurah Panji menjadi tempat pemujaan yang historis, menghubungkan pura ini dengan Desa Panji.
Di dalam palinggih yang menyerupai Gedong Simpen, tersimpan keris pusaka Ki Barak Panji Sakti.
“Keris ini sangat dikeramatkan dan diyakini memiliki kekuatan magis. Tidak sembarang orang bisa melihatnya karena keris ini tidak boleh diperlihatkan sembarangan,” ungkap Jro Komang.
Singgasana Sakti Dewa Bayu
Sementara itu, Palinggih Dewa Sakti Bayu, yang menyerupai singgasana kerajaan setinggi enam meter, menjadi simbol tertinggi di Pura Pemayun.
Menurut cerita leluhur, Dewa Bayu dianggap sebagai yang tertua di pura ini. Banyak pejabat dan politisi datang untuk memohon jabatan, menguatkan aura magis pura ini sebagai tempat spiritual sekaligus politik.
Tempat Memohon Kesembuhan dan Cuaca Cerah
Tidak hanya untuk memohon jabatan, pura ini juga menjadi tujuan bagi mereka yang mencari kesembuhan.
Banyak umat datang untuk memohon tirta sebagai obat bagi penyakit yang diyakini berasal dari black magic atau ilmu hitam.
Selain itu, Pura Pemayun memiliki tradisi unik di mana masyarakat dapat memohon Penerang di Palinggih Dewa Bagus Semar agar cuaca cerah selama hajatan berlangsung, terutama saat upacara Panca Yadnya.
Pujawali dan Tarian Sakral
Pujawali di Pura Pemayun terbagi menjadi dua, yaitu Pujawali Alit yang diadakan setiap enam bulan sekali pada Buda Kliwon Pahang, dan Pujawali Agung yang berlangsung setiap dua tahun.
Saat Pujawali Agung, pementasan tarian sakral seperti Baris Gede Demang-Demung, Baris Pencak Silat, dan Baris Pependetan menjadi daya tarik utama.
“Baris Demang-Demung adalah tarian wajib yang hanya dipentaskan di Pura Pemayun. Penarinya berasal dari keturunan krama Banjar Tegal dan jumlahnya kini menjadi 16 orang. Pakaian merah yang mereka kenakan menambah keunikan tarian ini,” ujar Jro Komang.
Pesona Magis yang Tak Lekang oleh Waktu
Pura Pemayun bukan sekadar tempat sembahyang, melainkan juga pusat spiritual, budaya, dan sejarah yang sarat misteri.
Dari keris sakti hingga tradisi tarian leluhur, pura ini terus menjadi magnet bagi pejabat, politisi, dan masyarakat yang mencari berkah dan perlindungan. ***