Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Makna Perayaan Budha Cemeng Klawu, Uang Dimaknai Berwarna Abu-Abu, Simbol Kekayaan adalah Alat

I Putu Mardika • Rabu, 22 Januari 2025 | 04:15 WIB

 

Pemujaan Sang Hyang Rambut Sedana saat Budha Wage Kelawu
Pemujaan Sang Hyang Rambut Sedana saat Budha Wage Kelawu
BALIEXPRESS.ID-Budha Cemeng atau Budha Wage merupakan salah satu hari suci umat Hindu yang datang setiap 35 hari (1 bulan) sekali berdasarkan perhitungan kalender Bali.

Lontar Sundarigama menyatakan Budha Wage bernama Budha Cemeng, yang bermakna mengheningkan batin, memutuskan pikiran dari pengaruh indria dengan cara melakukan dyana samadhi dan mempersembahkan sesajen.

Hari ini beryoganya Sang Hyang Manik Galih yang turun dari Sanghyang Ongkarāmrěta untuk kesuburan dunia Hari Budha Cemeng merupakan hari pemujaan kepada manifestasi Tuhan dalam peran Beliau sebagai pemberi anugrah berupa kesuburan, kemakmuran dan kesejahteraan.

Salah satu hari Budha Cemeng yang dirayakan secara masif oleh masyarakat Hindu adalah hari suci Budha Cemeng Klawu.

Hari suci ini diperingati setiap 210 hari (6 bulan) sekali berdasarkan perhitungan kalender Bali yaitu setiap hari rabu (Budha) Wage Wuku Klawu.

Dosen Upakara STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Dr. Wayan Murniti, M.Pd mengatakan, umat Hindu menyakini bahwa pada hari ini, Ida Sang Hyang Widhi sebagai penguasa kesejahteraan khususnya kekayaan finansial turun kedunia untuk memberikan anugrahnya. Beliau beliau dipuja dengan gelar Sang Hyang Rambut Sedhana atau Bhatari Rambut Sedhana.

Makna kata Budha Cemeng Klawu sangat identik dengan kesuburan dan kesejahteraan. Kata Budha (bahasa Bali) adalah hari rabu yang dalam kepercayaan masyarakat Hindu dikuasai oleh dewa Mahadewa.

Sedangkan, kata cemeng (cemeṇ) berarti hitam. Hal tersebut identik dengan wage (bagian dari panca wara dalam sistem kalender Bali) yang dewanya adalah dewa Wisnu.

Dalam teologi Bali, warna hitam adalah warna simbol Dewa Wisnu yang bertugas memelihara seluruh alam semesta.

Kata Klawu/Klau dalam bahasa Bali berarti abu-abu, perpaduan warna hitam dan putih. Secara filosofis hal tersebut mengingatkan kita pada sifat kekayaan itu sendiri. Uang atau kekayaan tidak putih dan tidak hitam.

“Uang bisa menjadi baik dan disaat yang sama bisa menjadi buruk. Orang bisa mencapai kebahagiaan karena ada uang, dan bahkan bisa kehilangan nyawa karenanya. Sifat abu-abu dari kekayaan tersebut menegaskan bahwa kekayaan adalah alat semata, bukan sesuatu yang memiliki sifat. Kekayaan akan memiliki sifat tergantung penggunanya,” katanta.

Ia menambahkan, secara umum Budha Cemeng Klawu merujuk pada kesejahteraan, kemakmuran dan kekayaan.

Sehingga hari ini memang dipercaya sebagai hari baik untuk memuja Ida Sang Hyang Widhi dalam manifestasinya sebagai pemberi kesejahteraan.

Umat Hindu Bali sebut Murniti merayakan hari Budha Cemeng Klawu dengan melaksanakan pemujaan kepada Bhatari Rambut Sedhana baik secara individu maupun kolektif.

Pemujaan tersebut bertujuan memohon anugrah berupa kesejahteraan, kemakmuran, kelancaran rejeki dan kekayaan yang berlimpah.

Kegiatan ritual pemujaan dilaksanakan pada pura dan palinggih yang dijadikan stana Bhatari Rambut Sedhana.

Pada tingkatan keluarga banten dapat dipersembahkan di palinggih Sri Sadana (untuk Mrajan Agung/Dadya), Padmasana atau Kemulan.

“Perayaan hari suci Bhuda Cemeng Kalwu didominasi oleh umat Hindu yang merupakan golongan waisya warna yaitu umat Hindu yang menekuni bidang ekonomi serta bisnis seperti pedagang dan pengusaha,” paparnya.

Menurutnya, pada hari ini marak ditemukan melaksanakan ritual pemujaan di toko, pasar, koperasi, bank hingga perusahaan. Dewasa ini masih banyak masyarakat Hindu yang keliru, beranggapan bahwa hari suci Budha Cemeng Klawu dirayakan khusus oleh para pedagang dan pengusaha.

“Perayaan hari suci Budha Cemeng Klawu merupakan wujud rasa syukur atas kekayaan yang dimiliki dan permohonan atas kelancaran rejeki dalam kehidupan umat Hindu,” sebutnya.

Kekayaan khususnya uang merupakan kebutuhan setiap orang untuk keberlangsungan hidupnya, sehingga pemujaan kepada Bhatara Rambut Sedhana hendaknya dilaksanakan oleh seluruh umat Hindu. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#uang #Kemakmuran #budha #hindu #Budha Wage Kelawu #harta