Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Banyak Khasiat, Usada Lengis dalam Pengobatan Tradisional, Dari Mengobati kulit hingga Sakit Jiwa

I Putu Mardika • Jumat, 31 Januari 2025 | 04:18 WIB

Penekun Lontar, Ida Bagus Made Baskara dari Geriya Gunung Kawi Mauaba, Tampak Siring, Gianyar
Penekun Lontar, Ida Bagus Made Baskara dari Geriya Gunung Kawi Mauaba, Tampak Siring, Gianyar
BALIEXPRESS.ID-Lengis atau minyak banyak digunakan untuk usada (pengobatan) di Bali. Minyak tradisional diyakini memiliki khasiat yang bagus.

Di dalam tradisi Hindu di Bali, mengenal minyak sebagai sarana untuk menjaga esehatan terutama yang tertuang dalam Lontar Usada Lengis.

Penekun Lontar, Ida Bagus Made Baskara dari Geriya Gunung Kawi Mauaba, Tampak Siring, Gianyar menjelaskan minyak adalah sarana penting dalam pengobatan. Ilmu usada Ini bersumber dari berbagai lontar.

Salah satunya adalah Lontar Usada Lengis. Usada ini menggunakan metode pengobatan dengan bahan dasar minyak.

Dalam Lontar usada Lengis dapat digunakan sebagai pengobatan karena keutamaan dari pohon kelapa. Di dalam teks Usada Lengis, buah kelapa memiliki kandungan yang luar biasa yang bisa diolah menjadi obat

Metode pengobatan dapat dibagi menjadi beberapa cara. Pertama metode lisah. Teknisnya, minyak yang sudah dijadikan obat itu dioleskan pada tubuh.

Baca Juga: Lika-Liku Selebrgam Xmade yang baru Lepas Lajang, Dari Terlilit Hutang hingga Konten Kreator yang Sukses

Biasanya untuk urut, maupun menghaluskan kulit. Kedua ada metode tahap akena. Artinya minyak ini ditelan atau diminum.

“Banyak penelitian bahwa minyak kelapa banyak mengandung zat yang sangat bagus untuk Kesehatan tubuh. Karena minyak mengandung antioksiodan dan menetralisir racun yang ada di dalam tubuh,” jelas Ida Bagus Made Baskara

Ia menambahkan, minyak juga difungsikan sebagai anti bakteri. Sehingga leluhur dahulu sering menggunakan untuk pengobatan luka.

Kemudian minyak juga bermanfaat untuk anti depresan, sehingga kerap digunakan sebagai penenang pikiran.

“Dalam Lontar Usada Buduh minyak atau lengis juga dimanfaatkan untuk mengobati orang gila atau orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Dengan cara di minum dan diurut,” imbuhnya.

Dalam Lontar Usada dijelaskan, ada dua jenis minyak atau proses pembuatan. Pertama ada minyak bajang

Baca Juga: Bawaslu tabanan Apresiasi Jajaran AD-HOC Dalam Pemilu-Pilkada Tabanan

Bajang ini diartikan murni. Minyak bajang ini bersumber dari proses tanpa proses yang tanpa pemanasan dan dikenal dengan istilah VCO atau virgin coconut oil.

Minyak inilah yang dihasilkan dengan pengendapan. Sehingga bagus digunakan untuk obat, tanpa campuran, ini digunakan tamba yang langsung ditelan. Minyak VCO memiliki banyak manfaat.

Selain minyak bajang, ada juga lengis campuran. Minyak ini dicampur dengan tumbuh-tumbuhan yang memiliki khasiat obat yang bersumber dari taru pramana. Ada juga dicampur dengan organ-organ binatang yang berkhasiat obat.

Sedangkan campuran yang bersumber dari tumbuhan seperti getah daun madori, dicampur minyak dan jadi sumber minyak. Kalau organ Binatang ada darah ayam, bisa dicampur untuk pengobatan.

Lalu bagaimana agar minyak dapat diperoleh? Usada lengis diperoses dengan berbagai sarana. Ada yang menggunakan Sembilan jenis kelapa.

Semisal kelapa bulan, kelapa udang, kelapa mulung. Kelapa kelapa ini memang berkhasiat dalam dunia pengobatan.

Baca Juga: Equity Life Indonesia dan J Trust Bank Hadirkan ELIFE Proteksi Perlindungan Finansial Bagi Nasabah

Prosesnya ada doa, hari baik, dan mantram serta sarana. Ketika mencampur dengan bahan tertentu maka juga ada doa mantra.

Khusus Minyak Bajang, dalam usada lengis itu bisa dihasilkan meskipun tanpa merafalkan berbagai mantra, sehingga dinyatakan sebagai minyak murni.

Namun, dirinya menyarankan agar minyak bajang ini dibuat saat Bulan Purnama.

Alasannya, kalau minyak bajang dibuat saat tepat Bulan Purnama, maka diyakini khasiat yang sangat mujarab.

Jadi salah satu cara mengolah minyak bajang sebagai obat yang bisa dibuat oleh siapa saja bisa dicampurkan dengan kunyit. Sehingga siapapun bisa membuat dan menggunakannya.

“Kalau buat sendiri juga gampang. Ketika kelapa yang sudah diparut, diperas, diambil santannya. Kemudian diendapkan selama satu hari. Besoknya santan akan mengeluarkan minyak. Tanpa proses pemanasan. Minyak ini dicampurkan dengan parutan kunyit.” paparnya.

Baca Juga: Viral, Geng WNA Pakai Baju Polisi Culik dan Rampas Aset Krypto Rp 3,2 M Milik Bule Ukraina di Bali

Dalam Lontar Usada, campuran minyak bajang dengan kunyit bisa digunakan untuk sahananing lara atau dapat mengobati berbagai penyakit. “Campurkan itu saat Bulan purnama,” imbuhnya.

Di dalam teks suci, bulan purnama sebagai kekuatan sang Hyang Ketu. Ini adalah kekuatan yang memberi cahaya. Dan ini membuat sang Hyang Amerta (daya hidup) sehingga membuat kekuatan menjadi maksimal.

Khusus untuk minyak bajang, dapat digunakan untuk melembutkan kulit. Caranya, cukup dioleskan di bagian kulit yang kering, wajah dan bagian lainnya.

Kemudian digunakan untuk menyburkan rambut. Jaman dahulu, minyak kelapa digunakan untuk meapun.

Dikatakan Ida Bagus Made Baskara, minyak bajang juga digunakan untuk pengobatan luka. Pertimbangannya, daripada menggunakan bahan kimia yang bisa berefek negatif bagi tubuh, maka minyak bajang bercampur kunyit ini sifatnya herbal.

Sehingga bisa menyembuhkan luka menjadi kering seketika. Karena tanpa proses pemanasan, sangat aman untuk dikonsumsi.

Baca Juga: Bangli Sport Center Belum Dibuka untuk Umum, Pariartha Ungkap 2 Alasan

Usada Minyak juga dapat digunakan untuk hal-hal mistik. Seperti guna-guna, pelet, lengis colek. Inilah keutamaan dari minyak kelapa. Untuk usada bisa, digunakan untuk bersifat magis terutama guna-guna juga bisa.

“Kalau di Bali orang memanfaatkan untuk lengis colek. Memang bahan dasarnya juga minyak kelapa,” pungkasnya. (dik)

 

 

 

Editor : I Putu Mardika
#bali #lontar #Minyak Tradisional #vco #Lengis #usada