BALIEXPRESS.ID - Guru Agama Hindu atau Kerohanian Hindu di daerah transmigran lebih fokus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan landasan nilai-nilai Hindu yang kuat, mereka memilih untuk berperilaku dengan penuh integritas, belas kasih, dan pengabdian.
Karena sebelumnya belum ada guru Pendidikan agama Hindu di sekolahnya ini mereka merasa bahwa pemahaman tentang agama itu sangat kurang terlebih lagi siswa menjelaskan bahwa dari bangku SD, SMP jarang belajar tentang agama Hindu.
“Hal ini disebabkan oleh kurangnya SDM Hindu di wilayah lingkungannya. Oleh karenanya itu dengan adanya peran guru agama di sekolah SMAN 7 Luwu Utara siswa jadi lebih memahami dan merasakan dampak dari pendidikan agama Hindu dalam banyak aspek kehidupan sehari-hari,” ungkap Ayu Narti.
Dia memberikan contoh, misalnya, nilai ahimsa mengajarkan mereka untuk menghindari konflik dan kekerasan dalam berinteraksi dengan orang lain.
Mereka berusaha untuk memahami perspektif orang lain dan berkomunikasi dengan cara yang menghormati kehidupan dan perasaan orang lain.
Dengan demikian, mereka dapat menjalani kehidupan sekolah yang lebih harmonis dan penuh toleransi dengan siswa yang lain.
Bhakti, atau pengabdian kepada Tuhan, menjadi sumber motivasi bagi siswa. Dalam menghadapi tekanan akademis dan tantangan, pengabdian mereka kepada Tuhan memberi mereka kekuatan dan ketabahan.
Mereka belajar untuk menjalani kewajiban sebagai siswa dengan rasa bhakti, dengan tekun belajar dan mengembangkan potensi mereka.
Guru Agama Hindu juga menciptakan hubungan yang lebih mendalam antara siswa dan budaya mereka.
Mereka merasa bangga akan warisan budaya mereka, dan ini mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam perayaan-perayaan Hindu dan mempertahankan tradisi-tradisi Hindu dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Keberadaan Guru Agama Hindu pada siswa di SMAN 7 Luwu Utara adalah komponen penting dalam membentuk karakter, moral, dan nilai-nilai yang kuat.
Melalui pendidikan rohani atau agama, siswa Hindu belajar menghormati nilai-nilai utama seperti karma, dharma, bhakti, dan ahimsa.
Dengan begitu, mereka mengintegrasikan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari mereka dan berkembang menjadi individu yang etis, berwawasan budaya, dan berkontribusi positif pada masyarakat.
“Kerohanian Hindu bukan hanya tentang memahami agama, tetapi juga tentang membimbing siswa menuju kebijaksanaan, integritas, dan pencerahan,” pungkas Ayu Narti. *
Editor : Putu Agus Adegrantika